Musim panas tahun ini telah menghadirkan cuaca cerah dan panas dalam jangka waktu yang cukup lama di berbagai penjuru Eropa. Meskipun kondisi ini turut mendorong produksi energi surya, namun di sisi lain juga menimbulkan risiko serius bagi kesehatan masyarakat. Gelombang panas yang mulai terjadi sejak Juni diperkirakan akan terus menjadi ciri khas sepanjang bulan Juli, dengan serangan panas berikutnya diprediksi terjadi akhir bulan ini.
Suhu udara di Inggris diperkirakan akan sedikit menurun selama beberapa hari ke depan, namun sebagian besar wilayah Eropa lainnya diprediksi tidak akan merasakan banyak perubahan. Di Paris, misalnya, suhu diperkirakan tetap di atas 30 derajat celcius, menurut lembaga prakiraan cuaca Atmospheric G2.
Kondisi ekstrem juga diperkirakan berlanjut di Madrid, dengan suhu yang bisa menembus 39 derajat celcius pekan depan, menurut AEMET.
(bbn)































