Logo Bloomberg Technoz

Rekaman saat Trump kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua ini diperoleh oleh Josh Dawsey, Tyler Pager, dan Isaac Arnsdorf, yang mengurai sejumlah percakapan tersebut ke dalam buku baru mereka, 2024. Rekaman audio itu belum pernah disiarkan sebelumnya. Tim kampanye Trump menolak mengomentari isi rekaman tersebut.

Trump menceritakan isi percakapannya dengan Putin dan Xi sambil berjanji akan mencegah konflik di Ukraina dan Gaza jika ia menjadi presiden, alih-alih Joe Biden—klaim yang terus ia ulangi hingga kini ia berusaha mengakhiri kedua perang tersebut.

Trump kembali mengutarakan rasa frustrasinya atas penolakan Putin terhadap kesepakatan damai, mengeluh bahwa pemimpin Rusia itu melontarkan "banyak omong kosong" pada AS.

"Saya tidak senang dengan Putin karena dia telah membunuh banyak orang," ujarnya dalam rapat kabinet pada Selasa, seperti dilaporkan Bloomberg News. "Saya sangat tidak senang dengan mereka."

Donald Trump dan Vladimir Putin (Chris Ratcliffe/Bloomberg)

Rekaman itu memperlihatkan sisi Trump yang lebih bebas, yang bersedia ia ungkap secara tertutup untuk merayu para donatur kaya agar menyumbangkan banyak uangnya.

Di acara penggalangan dana itu, dia juga memamerkan keberhasilannya meyakinkan seorang donatur kaya yang awalnya menawarkan sumbangan US$1 juta sebagai imbalan makan siang bersamanya, hingga menambahnya menjadi US$25 juta.

"Dan dia melakukannya, dia memberi saya US$25 juta," kata Trump menyombongkan diri. "Ini gila."

Calon presiden dari Partai Republik saat itu mengklaim juga berhasil membuat orang lain menyumbang jauh lebih banyak daripada yang mereka rencanakan semula.

"Anda harus berani meminta," ujarnya. "Anda harus menanamkan pola pikir itu pada mereka."

(ros)

No more pages