Logo Bloomberg Technoz

Tarif Trump 'Membakar' Pasar Lagi, Waspada Hantaman ke Rupiah

Tim Riset Bloomberg Technoz
08 July 2025 07:40

Karyawan merapihkan uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (16/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (16/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah kemungkinan akan menghadapi guncangan yang cukup besar dalam perdagangan hari ini, menyusul pengumuman tarif Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan upaya negosiasi tarif oleh Pemerintah RI belum membuahkan hasil apapun karena Presiden Donald Trump memastikan Indonesia terkena tarif 32%, tak berubah dibanding pengumuman 2 April lalu.

Sentimen risk off telah menyala, menjalar ke semua pasar sejak kemarin dan kemungkinan berlanjut hari ini dengan serbuan dana global menuju aset yang dianggap aman seperti dolar AS juga mata uang safe haven seperti franc Swiss.

Pengumuman tarif Trump pada 7 Juli nyatanya tak lebih baik daripada 2 April lalu dan akan membuat pasar akan memilih aman. Tarif AS ke beberapa negara bahkan lebih tinggi ketimbang pengumuman April silam.


Rupiah di pasar offshore kemarin sudah ditutup melemah tajam 0,85% di level Rp16.343/US$. Pagi ini, pergerakannya bertahan di Rp16.296/US$.

Dinamika di offshore memberi gambaran bahwa rupiah spot akan mengalami nasib yang sama setelah kemarin mata uang Indonesia ditutup melemah di Rp16.230/US$.