RI Lobi Jatah Saham BUMN di Proyek Baterai CATL, Telaah Risikonya
Mis Fransiska Dewi
02 July 2025 11:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ambisi pemerintah untuk segera menambah porsi saham BUMN di lini hilir proyek ekosistem baterai terintegrasi atau Proyek Dragon yang dikembangkan bersama raksasa baterai China, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL), dinilai bakal menghambat investasi yang masuk ke Indonesia.
Analis komoditas dan pendiri Traderindo.com Wahyu Tribowo Laksono menjelaskan kebijakan yang terlalu sering berubah atau terkesan mendadak, terutama terkait dengan kepemilikan saham di sebuah proyek usaha patungan, dapat menimbulkan ketidakpastian bagi investor.
Menurutnya, investor bisa ragu untuk masuk ke Indonesia ketika merasa terdapat risiko yang tinggi dalam pengambilalihan atau perubahan signifikan terkait dengan struktur kepemilikan setelah mereka telanjur berinvestasi.
Wahyu menuturkan negosiasi penambahan porsi saham di proyek yang bernilai US$5,9 miliar itu bakal mencoreng reputasi Pemerintah Indonesia, jika dilakukan secara terburu-buru.
Kasus seperti 'divestasi paksa' atau perubahan aturan yang tidak terduga dapat merusak reputasi Indonesia sebagai tujuan investasi yang stabil dan dapat diprediksi. Investor, menurut Wahyu, dipastikan akan mencari kepastian hukum dan lingkungan bisnis yang kondusif.
































