Trump mengatakan Musk "kehilangan mandat EV [Electric Vehicle]-nya" dan menambahkan bahwa "Elon bisa kehilangan lebih dari itu."
Mandat EV secara umum merujuk pada serangkaian standar efisiensi bahan bakar dan batas emisi knalpot yang secara efektif memaksa produsen mobil untuk menjual semakin banyak kendaraan model listrik.
Pemerintah bergerak untuk mencabut kebijakan tersebut, yang tidak tersentuh oleh RUU yang sedang dibahas di Senat. Namun, RUU pajak dan anggaran akan mengakhiri insentif pajak untuk pembelian EV individu yang telah membantu meningkatkan penjualan EV.
Musk mengkritik keras RUU Partai Republik tersebut, menyebutnya sebagai "RUU anggaran yang gila" dan mengancam akan membantu membentuk partai politik ketiga di AS. Namun, ia membantah bahwa penolakannya didasarkan pada upaya untuk mempertahankan subsidi pemerintah bagi perusahaannya.
Musk mendukung Trump pada Pilpres 2024 dan kemudian menjabat sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang berupaya memangkas tenaga kerja dan tanggung jawab pemerintah federal sebelum akhirnya mengundurkan diri pada akhir Mei.
Keduanya berselisih di depan publik bermula dari kritik Musk terhadap RUU pajak, lalu saling melontarkan hinaan di media sosial. Meski perselisihan itu tampaknya mereda, dalam beberapa hari terakhir Musk kembali menyerang RUU tersebut, memicu kembali pertikaian mereka.
"Kami mungkin harus memberikan DOGE pada Elon," kata Trump tentang upaya penghematan biaya federal. "DOGE adalah monster yang mungkin harus kembali dan memakan Elon. Bukankah itu mengerikan?"
(bbn)
































