Neraca Dagang RI: Surplus Besar dengan AS, Defisit Tajam ke China
Dovana Hasiana
01 July 2025 18:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat surplus neraca perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) mencapai US$8,28 miliar pada Januari-Mei 2025. Angka ini semakin tinggi dibandingkan dengan US$6,42 miliar pada Januari-April 2025.
"Komoditas penyumbang surplus terbesar dengan AS antara lain, mesin dan perlengkapan elektrik US$1,64 miliar; alas kaki US$1,06 miliar; dan pakaian dan aksesorinya US$1,02 miliar," demikian tercantum dalam data neraca perdagangan BPS yang dirilis Selasa (1/7/2025).
Pada saat yang sama, defisit neraca perdagangan dengan China mencapai US$8,86 miliar pada Januari-Mei 2025. Angka ini makin dalam dibandingkan dengan US$6,9 miliar pada Januari-April 2025.
Komoditas penyumbang defisit terbesar dengan China adalah mesin dan peralatan mekanis US$7,47 miliar; mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya US$6,75 miliar; dan kendaraan dan bagiannya US$1,71 miliar pada Januari-Mei 2025.
BPS melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2025 tercatat surplus US$4,3 miliar. Artinya, neraca perdagangan mengalami surplus 61 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.


























