Logo Bloomberg Technoz

Hal tersebut sekaligus menandakan satu fenomena backwardation paling curam yang pernah tercatat. Spread mulai mereda sebagian pada Selasa (24/6/2025), tetapi tetap tinggi menurut standar historis.

Smelter tembaga China terekspose ke LME karena lindung nilai (hedging) yang biasanya mereka terapkan untuk memastikan bahwa biaya bijih impor mereka sesuai dengan harga yang mereka peroleh setelah mereka mengubahnya menjadi logam.

Biasanya, hal itu melibatkan penjualan kontrak di LME untuk mengimbangi biaya pembelian mereka, dan kemudian membelinya kembali menggunakan hasil dari penjualan domestik yang harganya sesuai dengan Bursa Berjangka Shanghai.

Namun, harga di kedua bursa tersebut dapat berbeda secara signifikan, dan terkadang biaya untuk membeli kembali kontrak tersebut dapat jauh melebihi harga yang mereka peroleh untuk logam mereka.

Salah satu pilihannya adalah membeli kembali lindung nilai LME mereka dan menggulirkannya ke kontrak dengan tanggal kemudian yang diperdagangkan dengan harga yang lebih tinggi, tetapi ketika pasar dalam backwardation, menggulirkan posisi short ke depan menjadi mahal.

Backwardation tunai 3 bulan di LME berarti smelter dengan posisi short harus membayar sebanyak US$379/ton untuk menggulirkan posisi mereka selama tiga bulan.

Hal itu akan menjadi pukulan besar bagi pabrik peleburan tembaga, yang sudah berada di bawah tekanan dari pasar konsentrat tembaga yang sangat ketat.

Ekspor yang direncanakan merupakan cara bagi pabrik peleburan untuk keluar dari tekanan dengan mengirimkan tembaga sesuai kontrak mereka daripada harus mengubah posisi mereka.

Dinamika harga tersebut telah menimbulkan risiko jangka panjang bagi smelter tembaga China, dan perusahaan termasuk Jiangxi terkadang mengirimkan tembaga dalam jumlah besar ke LME untuk menutup lindung nilai mereka selama backwardation di masa lalu.

Namun, lonjakan kapasitas di China selama beberapa tahun terakhir telah memberi mereka eksposur yang makin besar ke LME, dengan pabrik peleburan mengimpor bijih dalam jumlah rekor dan menjual logam dalam jumlah rekor dari tahun ke tahun.

Juru bicara Jiangxi dan Tongling tidak menanggapi email yang meminta komentar.

Kesenjangan Melebar

Pengiriman yang direncanakan oleh smelter China terjadi setelah langkah-langkah sebelumnya untuk memindahkan logam ke gudang berikat bebas pajak di China atau ke gudang LME di Asia untuk memanfaatkan kesenjangan yang makin lebar antara harga LME dan SHFE. 

Namun, kesenjangan tersebut tetap kecil dibandingkan dengan produksi China yang lebih dari satu juta ton tembaga olahan per bulan.

Ekspor tersebut juga terjadi di tengah dinamika yang tidak biasa di pasar tembaga global, di mana pengiriman logam ke AS menjelang potensi pengenaan tarif oleh Presiden AS Donald Trump telah menyebabkan negara-negara lain di dunia kekurangan persediaan.

Hal itu menciptakan situasi di mana pengetatan pasokan di LME menarik tembaga keluar dari China, konsumen logam terbesar di dunia.

Persediaan yang tersedia di LME telah menurun sekitar 80% tahun ini, dan sekarang setara dengan penggunaan global kurang dari satu hari.

Persediaan di China juga turun tajam, meskipun telah stabil dalam dua bulan terakhir di tengah tanda-tanda melemahnya permintaan. Namun, jika ekspor meningkat secara signifikan, hal itu dapat memicu pengetatan dan kemunduran baru di pasar China juga.

(bbn)

No more pages