Dana itu digunakan untuk membiayai pembelian barang-barang konsumsi, bahan pakaian, alat-alat pertanian, alat-alat perhubungan, termasuk kapal-kapal dan guna pendirian industri-industri atau bangunan-bangunan lain yang akan ditentukan dan diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia.
“Untuk menyelenggarakannya, Menteri Keuangan diberi kuasa untuk mengambil segala tindakan dalam hal menyiapkan dan mengadakan pinjaman-pinjaman yang jumlah semuanya tidak boleh melebihi jumlah, membuat perjanjian-perjanjian berhubungan dengan hal itu atas tanggungan Pemerintah Indonesia dan memberikan kuasa kepada pejabat Pemerintah untuk membuat perjanjian-perjanjian ini; mengatur syarat-syarat mengenai bunga dan pelunasan dan mengambil segala tindakan yang perlu untuk pelaksanaan pinjaman itu,” sebagaimana dikutip melalui beleid yang berlaku pada 4 Maret 1958 tersebut, dikutip Jumat (20/6/2025).
Prabowo menyinggung bahwa Rusia, yang dulunya Uni Soviet, membantu Indonesia pada awal kemerdekaan. Menurutnya, ada banyak gedung, jembatan, kereta api hingga pabrik besar di Indonesia yang dibangun dengan bantuan dari Rusia.
Dalam hal ini, bangunan yang diketahui mendapatkan bantuan dari Uni Soviet di antaranya adalah Tugu Tani, Patung Pancoran, Monumen Nasional dan Komplek Stadion Gelora Bung Karno.
Dalam kunjungan Prabowo, terdapat beberapa kesepakatan yang ditandatangani. Pertama, persetujuan antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dan Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia tentang Kerja Sama di Bidang Pendidikan Tinggi.
Kedua, Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan Federasi Rusia tentang Kerja Sama di Sektor Transportasi.
Ketiga, Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dan Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi, dan Media Massa Federasi Rusia tentang kerja sama di bidang pengembangan digital dan media massa.
Keempat, Nota Kesepahaman antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan Joint Stock Company “Management Company of Russian Direct Investment Fund".
Selain itu, dalam pertemuan tersebut Putin dan Prabowo juga telah menyepakati "Deklarasi Kemitraan Strategis antara Federasi Rusia dan Republik Indonesia".
(dov/wdh)

























