Logo Bloomberg Technoz

Informasi soal relokasi ini juga ramai dibahas di kanal Slack internal Amazon. Berdasarkan dokumen yang diperoleh Bloomberg, salah satu karyawan mengatakan bahwa manajernya memberi waktu 30 hari untuk mengambil keputusan dan 60 hari untuk mulai proses pindah atau mengundurkan diri. Tidak ada kompensasi pesangon bagi mereka yang memilih mengundurkan diri ketimbang direlokasi.

Pihak Amazon menyebut bahwa sebagian besar karyawan merasa lebih bersemangat ketika bekerja di satu lokasi yang sama, dan perusahaan siap memberikan dukungan sesuai kondisi masing-masing pegawai yang diminta relokasi.

Kebijakan ini berbeda dengan instruksi sebelumnya dari CEO Andy Jassy, yang mewajibkan pegawai kembali bekerja dari kantor lima hari dalam seminggu tanpa kewajiban pindah ke kantor tertentu. Selama pandemi, banyak pegawai direkrut untuk bekerja secara penuh dari jarak jauh, dan Amazon memiliki sejumlah kantor satelit di kota besar seperti New York, Boston, Los Angeles, Dallas, dan Austin, yang memberikan fleksibilitas tempat tinggal.

Pada 2022 lalu, Jassy melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap karyawan korporat yang berdampak pada 27.000 posisi. Setelah itu, beberapa pemangkasan skala kecil juga dilakukan terhadap divisi tertentu.

Kebijakan relokasi ini dinilai berpotensi mendorong pengunduran diri sukarela, yang bisa menjadi cara lebih murah untuk mengurangi jumlah pegawai dibandingkan PHK dengan kewajiban pesangon.

Pada Selasa lalu, Jassy juga menyatakan bahwa jumlah tenaga kerja Amazon kemungkinan akan menyusut dalam beberapa tahun mendatang karena teknologi AI akan menggantikan sebagian fungsi pekerjaan karyawan. Hal ini kembali memicu kecemasan di kalangan pegawai yang membanjiri papan pesan internal perusahaan.

(bbn)

No more pages