JX Advanced Metals Corp. Jepang mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa bahwa mereka sedang mempertimbangkan pemangkasan produksi karena pasokan konsentrat tembaga yang ketat.
Perusahaan tersebut memiliki 48% saham Pan Pacific Copper Co., produsen terbesar di Jepang dengan total kapasitas tembaga olahan tahunan sebesar 650.000 ton.
Beijing telah menoleransi perluasan kapasitas smelter tembaga secara besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan industri energi bersihnya yang mengalahkan dunia.
Selain itu, pabrik peleburan tembaga China, yang mencakup lebih dari setengah produksi global, dipimpin oleh perusahaan milik negara yang relatif besar dan efisien yang lebih tahan terhadap tekanan finansial.
Namun, krisis pada industri smelter tembaga tersebut terus meningkat. Biaya atau fee perawatan setengah tahunan saat ini sedang dinegosiasikan, dan mengingat kekurangan bijih, penambang global lah yang memegang kendali penuh.
Mereka memulai pembicaraan dengan mengusulkan biaya negatif, yang pertama untuk kontrak berjangka yang akan sangat memengaruhi laba di pabrik peleburan.
Melonjaknya harga produk sampingan dari proses peleburan tembaga, termasuk asam sulfat dan emas, membantu industri smelter tetap bertahan.
Produsen juga menggunakan solusi sementara seperti mengganti konsentrat tembaga yang dipasok oleh penambang dengan tembaga scrap.
Harga tembaga di London Metal Exchange (LME) turun 0,1% menjadi US$9.646/ton pada pukul 11:49 pagi ini di Shanghai.
(bbn)































