Sementara, Iran memiliki sekitar 550 pesawat militer, namun sebagian besar terdiri dari pesawat tua era Soviet dan AS sebelum Revolusi 1979, seperti F-4 Phantom dan MiG-29. Iran belakangan memperkuat armadanya dengan kerja sama pertahanan dengan Rusia, termasuk rencana akuisisi jet tempur Su-35.
Rudal dan Sistem Pertahanan
Iran dikenal memiliki salah satu program rudal balistik paling besar di Timur Tengah. Teheran mengembangkan sistem rudal seperti Shahab-3 (jangkauan 1.000-2.000 km), Fateh‑110 (jarak hingga 300–500 km). Rudal balistik Emad, Qadr, hingga Kheibar Shekan.
Sementara itu, Israel memiliki sistem pertahanan udara berlapis yang terkenal canggih, termasuk Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow 3, yang mampu mencegat rudal balistik di luar atmosfer. Israel juga diyakini memiliki rudal balistik jarak jauh Jericho III dengan jangkauan lebih dari 5.000 km.
Kapasitas Nuklir
Israel secara tidak resmi dianggap sebagai negara pemilik senjata nuklir, meski tidak pernah mengonfirmasi atau menyangkal secara terbuka. Institute for Science and International Security memperkirakan Israel memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir, dengan kemampuan peluncuran via rudal balistik dan kapal selam.
Iran hingga kini mengklaim program nuklirnya hanya untuk tujuan damai. Namun, laporan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyebut Iran telah memperkaya uranium hingga level 60%, mendekati ambang batas 90% untuk keperluan senjata.
Perang Siber dan Teknologi Drone
Israel merupakan kekuatan dunia dalam hal perang siber dan teknologi intelijen, dengan badan pertahanan sibernya bekerja sama erat dengan unit elit seperti Unit 8200. Negara ini juga rutin melakukan operasi cyber offensif terhadap infrastruktur musuh.
Iran juga mengembangkan kapabilitas perang siber dan drone secara signifikan. Kelompok-kelompok seperti RGC Cyber Army telah dikaitkan dengan sejumlah serangan siber global. Iran juga dikenal memproduksi drone seperti Shahed-136, yang telah digunakan dalam konflik di Ukraina dan Suriah.
Jika dilihat dari segi kualitas teknologi dan kecanggihan sistem persenjataan, Israel unggul secara signifikan, terutama berkat dukungan AS dan dominasi teknologi tinggi. Namun Iran memiliki keunggulan dalam jumlah personel, jaringan proksi regional, serta kemampuan rudal dan drone yang dapat menciptakan tekanan asimetris.
Dengan latar belakang sejarah panjang dan ketegangan yang terus meningkat, tampaknya konflik antara Israel dan Iran ini diprediksi belum akan berakhir dalam waktu dekat.
(prc/wep)






























