Logo Bloomberg Technoz

Boeing memproyeksikan armada pesawat komersial global akan berlipat ganda menjadi 49.600 unit pada tahun 2044, sejalan dengan proyeksi pasar yang beberapa hari lalu dirilis oleh rivalnya asal Eropa, Airbus SE. Maskapai-maskapai di negara berkembang diperkirakan akan mengoperasikan lebih dari separuh armada pesawat global saat itu, naik dari hampir 40% pada 2024.

Pesawat berbadan sempit (single-aisle) diprediksi akan semakin mendominasi perjalanan udara, dengan porsi mencapai 72% dari total armada global dalam dua dekade ke depan, naik dari 66 persen saat ini.

Namun, bagi maskapai yang tengah merencanakan ekspansi, ketersediaan pesawat narrowbody seperti keluarga Airbus A320neo maupun Boeing 737 Max saat ini justru menjadi tantangan. Hal ini disebabkan oleh lonjakan permintaan perjalanan udara pasca-pandemi Covid, sementara kapasitas produksi Boeing dan Airbus masih berjalan lambat, nyaris setara dengan level produksi mereka satu dekade lalu.

Akibatnya, terjadi kekurangan pesawat generasi terbaru. Kedua raksasa industri penerbangan tersebut telah memproduksi sekitar 1.500 unit lebih sedikit dibandingkan rencana awal mereka — dan kekurangan ini akan terus melebar jika produksi tidak segera digenjot, kata Hulst.

Mempersempit kesenjangan antara permintaan dan pasokan sangat bergantung pada kemampuan produsen untuk kembali ke tingkat pengiriman pra-pandemi, "dan bahkan melampaui angka tersebut dalam jangka menengah," lanjut Hulst. “Kemungkinan hal itu baru tercapai paling cepat pada akhir dekade ini.”

(bbn)

No more pages