Logo Bloomberg Technoz

Melemahnya sejumlah bursa saham Asia dan IHSG tersulut konflik Timur Tengah yang makin memanas, mengancam akan memicu putaran serangan baru.

Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran dalam eskalasi besar-besaran di tengah kebuntuan atas perundingan program nuklir Teheran dengan Amerika Serikat.

Serangan tersebut terjadi di tengah pertanyaan baru tentang upaya diplomatik untuk menyelesaikan ketegangan atas program nuklir Iran.

Martha Christina, Head of Investment Information Mirae Asset dalam riset terbaru pagi tadi menyebut Israel melakukan serangan militer ke Iran pada Jumat pagi setempat. Hingga serangan ini menargetkan fasilitas nuklir dan militer di Teheran.

Ilustrasi Israel - Iran (Dok. Envato/wirestock)

Terbaru, Iran membalas serangan Israel dengan meluncurkan 100 pesawat drone ke tanah Israel, yang langsung memantik serangan balasan lagi dari Israel– dengan pengiriman 200 jet tempur menargetkan lebih dari 100 sasaran di Negeri Para Mullah, termasuk instalasi militer dan target terkait program nuklir Iran.

“Seluruh sistem pertahanan udara telah diaktifkan untuk mencegat ancaman tersebut,” kata juru bicara militer Israel (Israel Defence Forces/ IDF), Effie Defrin, dalam pernyataan resminya seperti dilaporkan CNN.

“Ini adalah situasi yang berbeda dari yang pernah kami alami sebelumnya, dan kami bersiap menghadapi beberapa jam yang sulit,” tambahnya.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei memperingatkan Israel bahwa tindakan serangan itu akan membawa Israel menghadapi nasib yang pahit dan menyakitkan.

Dunia mengutuk serangan Israel pada Iran yang dicemaskan akan memicu konflik berdarah dalam skala lebih luas. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres dalam sebuah pernyataan menyerukan 'maximal restraint' untuk menghindari konflik lebih buruk. 

“Sekretaris Jenderal mengutuk setiap eskalasi militer di Timur Tengah,” kata Wakil Juru Bicara Farhan Haq.

Kepala CARC, Haitham Misto, menjelaskan penutupan sementara wilayah udara tersebut sejalan dengan standar penerbangan sipil internasional dan keselamatan penerbangan, serta akan terus dievaluasi secara berkala.

Saat ini, baik Israel maupun Iran telah menutup region udara mereka. Situs pelacak penerbangan Flightradar24 menunjukkan bahwa langit di atas kedua negara tampak hampir kosong pada Jumat ini.

(fad/aji)

No more pages