Utusan khusus Steve Witkoff diperkirakan akan berkunjung ke Muscat pada Minggu untuk menghadiri tahap keenam perundingan nuklir dengan Iran, menurut narasumber yang mengetahui hal tersebut. Namun, Trump mengatakan Iran menuntut syarat-syarat yang sulit dan menolak sepenuhnya menghentikan pengayaan nuklirnya.
"Kami cukup dekat dengan kesepakatan yang cukup bagus. Namun, kesepakatan itu harus lebih dari sekadar cukup bagus, tetapi harus [bagus]—saya lebih memilih kesepakatan, selama saya yakin ada kesepakatan, saya tidak ingin mereka melakukannya karena saya pikir itu akan merusak semuanya," kata Trump.
Menandai situasi yang semakin tegang, AS memerintahkan sejumlah staf untuk meninggalkan kedutaan besar di Baghdad, kata para pejabat, setelah Iran mengancam akan menyerang pangkalan militer AS di wilayah tersebut jika diserang karena program nuklirnya.
Departemen Luar Negeri AS juga mengatakan bahwa pegawai pemerintah AS dan anggota keluarga mereka di Israel dilarang bepergian ke luar kota-kota besar seperti Tel Aviv dan Yerusalem hingga pemberitahuan lebih lanjut.
"Lihat, ada kemungkinan konflik besar," kata Trump. "Kami memiliki banyak warga Amerika di wilayah ini, dan saya katakan, kami harus memberi tahu mereka untuk keluar karena sesuatu bisa saja segera terjadi, dan saya tidak ingin menjadi orang yang tidak memberi peringatan hingga rudal-rudal beterbangan."
Sebelumnya pada hari yang sama, Iran mengatakan akan meresmikan fasilitas pengayaan uranium baru sebagai respons terhadap keputusan badan pengawas nuklir PBB yang mengecam Republik Islam atas program nuklirnya.
Poin krusial dalam pembicaraan adalah apakah Iran diizinkan untuk terus memperkaya uranium untuk tujuan sipil. Iran mengatakan tidak akan menghentikan pengayaannya, sedangkan Trump menyatakan tidak akan mengizinkan Iran terus memproduksi material tersebut.
Trump pada Kamis malam mengatakan AS tetap "komitmen pada penyelesaian diplomatik" untuk masalah ini.
"Seluruh pemerintahan saya telah diperintahkan untuk bernegosiasi dengan Iran," tulis Trump dalam unggahan di media sosial. "Mereka bisa menjadi negara besar, tetapi mereka harus terlebih dahulu sepenuhnya menyerah pada harapanuntuk memperoleh senjata nuklir."
Trump awal pekan ini berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memberi tahunya tentang pembicaraan dengan Iran.
Netanyahu sudah lama bersikap skeptis terhadap upaya diplomatik untuk mengekang program nuklir Iran dan pada Mei, Trump mengatakan telah memberi tahu pemimpin Israel bahwa serangan militer terhadap Iran "tidak tepat" pada saat itu karena akan mengancam perundingan.
Israel mengatakan mereka berhak menyerang Iran dengan atau tanpa dukungan AS. CBS News melaporkan salah satu alasan mengapa pemerintahan Trump mengimbau sejumlah warga Amerika untuk meninggalkan wilayah tersebut adalah karena pejabat AS telah diberi tahu bahwa Israel siap melancarkan operasi ke Iran.
(bbn)
































