Logo Bloomberg Technoz

“Strategi kami di Pertamina adalah mengembangkan kekuatan armada dan menurunkan usia rata-rata kapal. Strategi ekspansi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik yang akan terus meningkat, tapi juga menangkap peluang bisnis di pasar internasional dengan menyediakan armada yang andal serta memenuhi regulasi,” jelas I Ketut Laba.

Ia menambahkan, dengan tren pertumbuhan ekonomi sekitar 5% dan permintaan minyak domestik yang diprediksi naik 4,5%, pengapalan minyak juga tumbuh sekitar 5%. Namun, pertumbuhan jumlah kapal hanya 2,5% per tahun, baik di kawasan Asia maupun di dalam negeri.

COO Caravel Group sekaligus Chairman The Hong Kong Shipowners Association Ltd., Angad Banga, turut menyoroti pentingnya peremajaan armada pelayaran global.

“Kondisi tersebut mengharuskan peremajaan armada untuk perdagangan ekspor, domestik, serta kebutuhan bahan bakar yang ditentukan untuk pengangkutan tertentu,” ujar Angad.

Saat ini, PIS tercatat mengelola lebih dari 700 kapal, termasuk 106 kapal milik dengan sekitar 10.000 pelaut aktif. PTK sendiri berkontribusi terhadap 402 kapal dari total armada tersebut.

Untuk memperkuat daya saing global, PIS juga terus menambah armada modern. Sepanjang 2024, perusahaan menghadirkan 11 kapal tanker baru, termasuk empat Very Large Gas Carrier (VLGC). Kini, PIS memiliki tujuh tanker VLGC dengan rata-rata usia kapal hanya 3,42 tahun.

“Selain perawatan armada, kami juga terus memperbarui teknologi dan ramah lingkungan. Dengan demikian, kami tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan domestik, tapi juga dapat menangkap potensi pengangkutan internasional secara maksimal,” pungkas I Ketut Laba.

Upaya ini dinilai penting untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat logistik maritim regional, sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

(tim)

No more pages