“Jika universitas tidak kembali mematuhi aturan dalam periode yang ditentukan, lembaga akreditasi harus mengambil tindakan terhadap institusi tersebut,” bunyi pernyataan tersebut.
Columbia menyatakan pihaknya telah mengetahui kekhawatiran yang disampaikan Departemen Pendidikan kepada lembaga akreditasi dan telah "menyampaikannya secara langsung kepada Middle States."
“Columbia sangat berkomitmen untuk memerangi antisemitisme di kampus. Kami memandang isu ini dengan serius dan terus bekerja sama dengan pemerintah federal untuk menanganinya,” tulis pihak universitas dalam pernyataan resminya.
MSCHE telah mengonfirmasi penerimaan surat dari Departemen Pendidikan, namun belum memberikan komentar lebih lanjut. Universitas Princeton dan Cornell — dua universitas Ivy League lainnya yang juga mengalami pembekuan dana federal oleh pemerintahan Trump — juga diakreditasi oleh MSCHE.
Pencabutan akreditasi Columbia dapat berdampak besar terhadap mahasiswa. Sekitar 21% mahasiswa sarjana di Columbia College dan Columbia Engineering menerima Hibah Pell, yakni bantuan keuangan federal bagi mahasiswa berpenghasilan rendah, menurut data situs resmi universitas. Kehilangan akses terhadap pinjaman mahasiswa federal akan meningkatkan beban biaya bagi banyak mahasiswa, sementara program kerja paruh waktu bersubsidi federal juga terancam.
McMahon diketahui telah menjalin komunikasi dengan Presiden Universitas Columbia, Claire Shipman, sejak pemerintah mencabut sekitar US$400 juta dalam bentuk hibah dan kontrak federal pada bulan Maret. Bulan lalu, Shipman mengumumkan pemangkasan hampir 180 staf setelah pengurangan dana federal tersebut.
Presiden Donald Trump dan McMahon sebelumnya menyatakan bahwa pembicaraan dengan Columbia berjalan ke arah yang positif, terutama jika dibandingkan dengan Universitas Harvard, yang saat ini menggugat keputusan pemerintah federal terkait pencabutan dana dan izin untuk menerima mahasiswa internasional.
Langkah pemerintah ini juga bisa mengancam keberadaan MSCHE itu sendiri. Departemen Pendidikan bertugas menentukan apakah suatu lembaga akreditasi masih layak diakui sebagai “otoritas tepercaya” dalam menjamin mutu pendidikan tinggi di AS.
Meski Departemen Pendidikan tidak memiliki wewenang mencabut akreditasi universitas secara langsung, mereka dapat berhenti mengakui lembaga akreditasi yang dianggap tidak memenuhi syarat. Jika pengakuan terhadap MSCHE dicabut, maka institusi yang mereka akreditasi berisiko kehilangan akses terhadap bantuan mahasiswa dan pendanaan federal lainnya.
Pada bulan April, Trump menandatangani perintah eksekutif yang meminta Departemen Pendidikan meninjau kembali lembaga-lembaga akreditasi pendidikan. Pemerintah memperingatkan bahwa akreditasi yang tetap diberikan kepada institusi yang gagal memenuhi standar bisa menyebabkan lembaga akreditasi itu sendiri kehilangan kewenangannya.
Pemerintahan Trump memanfaatkan gelombang protes kampus terkait perang Israel-Hamas untuk mendorong perubahan kebijakan kampus secara luas, termasuk dalam penerimaan mahasiswa dan perekrutan dosen, dengan dalih memerangi antisemitisme. Namun, para pimpinan universitas menyatakan langkah tersebut justru mengancam misi akademik dan kebebasan berpendapat.
“Saya pikir Columbia ingin menyelesaikan masalah ini,” ujar Trump dalam sebuah acara di Oval Office pekan lalu, sambil membandingkan universitas tersebut dengan Harvard. “Mereka telah bertindak cukup baik. Ada institusi lain juga yang sedang berproses. Tapi Harvard masih ingin jadi jagoan.”
(bbn)



























