Logo Bloomberg Technoz

Pada laporan April 2025, IMF merevisi tingkat pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2025, dari sebelumnya 3,3% menjadi 2,8%.

Selain itu, Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) belakangan merevisi proyeksi permintaan minyak dunia pada 2025 dari publikasi bulan lalu sebesar 105,2 juta barel per hari (bph) menjadi 105,05 juta bph, serta tahun 2026 di bulan sebelumnya sebesar 106,63 juta bph menjadi 106,33 juta bph.

"Penurunan tertinggi berasal dari negara-negara The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), China, dan India," kata Tri lewat keterangan resmi, Jumat (23/5/2025).

Sementara dari sisi pasokan, International Energy Agency (IEA) melaporkan tingkat pasokan minyak dunia pada Maret 2025 secara month of month (MoM) mengalami peningkatan hingga 590 ribu bph menjadi 103,6 juta bph.

Selain itu, terdapat peningkatan stok minyak mentah komersial AS pada akhir April 2025 dibandingkan akhir Maret 2025, sebesar 3,1 juta barel menjadi 442,9 juta barel.

“Untuk kawasan Asia Pasifik,selain disebabkan oleh faktor-faktor tadi, juga dipengaruhi oleh penurunan crude run rate Taiwan sebesar 30 ribu bph pada akhir April 2025 menjadi 785 ribu bph atau 72% dari total kapasitas kilang," imbuh Tri.

Adapun perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada April 2025 dibandingkan Maret 2025 adalah sebagai berikut :

  • Dated Brent turun sebesar US$4,82 per barel dari US$72,60 per barel menjadi US$67,79 per barel.

  • WTI (Nymex) turun sebesar US$4,98 per barel dari US$67,94 per barel menjadi US$62,96 per barel.

  • Brent (ICE) turun sebesar US$5,01 per barel dari US$71,47 per barel menjadi US$66,46 per barel.

  • Basket OPEC turun sebesar US$4,76 per barel dari US$74,00 per barel menjadi US$69,24 per barel.

  • Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar US$5,82 per barel dari US$71,11 per barel menjadi US$65,29 per barel.

(naw)

No more pages