MedcoEnergi mengoperasikan dan memiliki hak partisipasi atau participating interest (PI) 100% di lapangan yang terletak di blok offshore B8/38 di Teluk Thailand.
Lapangan ini terdiri atas tiga platform lepas pantai produksi yang terhubung ke unit floating storage and offloading (FSO) yang disewa.
Secara terpisah, Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Hilmi Panigoro mengatakan total produksi migas perseroan mencapai 150.000 barel setara minyak per hari pada 2024.
Dengan bertambahnya dua lapangan migas yang baru onstream, yaitu Forel dan Terubuk di Wilayah Kerja (WK) South Natuna Sea Block B, Kepulauan Riau, total produksi minyak diramal bertambah 15.000 barel setara minyak per hari tahun ini.
Dengan demikian, total produksi migas Medco ditargetkan mencapai 160.000 barel setara minyak tahun ini.
“Tahun ini nah mungkin dengan Forel nambah 15.000 kan jadi 160 [MBOEPD],” ujar Hilmi saat ditemui di pergelaran yang sama.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, dua proyek Forel dan Terubuk itu bakal menambah produksi 20.000 barel minyak per hari. Selain itu, potensi tambahan produksi gas mencapai 60 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).
Sekadar catatan, WK South Natuna Sea Block B terdiri dari 15 anjungan lepas pantai, tiga lapangan bawah laut yang produktif, serta fasilitas Belanak yang menjadi lokasi salah satu unit floating production storage and offloading (FPSO).
Gas dari Blok B disalurkan ke Singapura melalui West Natuna Transportation System, di mana MEDC bertindak sebagai operator.
(mfd/wdh)






























