Logo Bloomberg Technoz

Dalam pertemuan yang digelar di Istanbul tersebut, Rusia kembali mengajukan tuntutan maksimalis, termasuk permintaan kendali atas lima wilayah di Ukraina.

Trump sebelumnya sempat membuka kemungkinan untuk turut hadir dalam perundingan di Turki, namun ia akhirnya membatalkan rencana tersebut setelah dipastikan bahwa Putin tidak akan datang. Presiden AS itu berpendapat bahwa tidak akan ada penyelesaian konflik tanpa keterlibatan langsung dirinya.

"Dia menginginkan pertemuan ini, dan saya selalu merasa tidak akan ada pertemuan yang berarti tanpa saya, karena saya rasa kesepakatan tidak akan tercapai," ujar Trump kepada pembawa acara Fox News, Bret Baier.

Trump kembali melontarkan kritik terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, yang terus mendapat tekanan dari Trump untuk segera mengakhiri perang yang dimulai pada Februari 2022 ketika Rusia melancarkan invasi.

Trump menyayangkan bantuan yang telah diberikan AS untuk membela Ukraina, dan mengulang pernyataannya bahwa Zelenskiy “tidak punya kekuatan tawar” yang cukup untuk menahan serangan Rusia.

"Saya benci melihat bagaimana semua itu—maaf—dibuang begitu saja," kata Trump dalam wawancara tersebut, merujuk pada bantuan Amerika Serikat kepada Ukraina.

Zelenskiy sendiri sebelumnya menyatakan kesiapannya untuk bertemu dengan Putin di Turki. Kyiv bersama sekutu-sekutunya di Eropa menuntut komitmen Rusia terhadap gencatan senjata tanpa syarat selama 30 hari.

Namun sejauh ini, Putin belum menunjukkan minat untuk berunding, sebagian karena militer Rusia masih mencatat kemajuan perlahan dalam perang yang makin brutal ini.

Para pemimpin Eropa menuduh Putin merusak jalannya negosiasi dan mendesak pemberlakuan sanksi yang lebih berat di luar hukuman ekonomi yang sudah diterapkan, kecuali Rusia menghentikan serangan. Trump sebelumnya sempat menyuarakan dukungan terhadap sanksi tambahan, dan sejumlah pejabat AS juga telah menyiapkan opsi untuk menekan ekonomi Moskow lebih lanjut. Namun belum jelas apakah Trump benar-benar bersedia mengambil langkah tersebut.

Dalam wawancara itu, Trump meremehkan urgensi penambahan sanksi terhadap Putin.

"Tidak ada yang lebih pandai memanfaatkan tekanan daripada saya," katanya. "Saya akan gunakan itu jika perlu. Tapi saya lebih memilih untuk tidak melakukannya."

(bbn)

No more pages