Logo Bloomberg Technoz

BGN soal Kasus Keracunan MBG: Terjadi Juga di Negara Maju

Dinda Decembria
06 May 2025 15:00

Seorang ibu menunjukkan makan bergizi gratis (MBG) di Posyandu Anyelir 1, Ciracas, Jumat (10/1/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Seorang ibu menunjukkan makan bergizi gratis (MBG) di Posyandu Anyelir 1, Ciracas, Jumat (10/1/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasioanl (BGN) Dadan Hindayana membandingkan soal kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG)  juga dialami negara-negara maju.

Dadan menyebutkan kasus di luar negeri menunjukkan bahwa insiden makanan tidak hanya terjadi di awal pelaksanaan program.

"Contoh di Mesir misalnya, itu mulai program 1991, kejadiannya 2017, di situ bahkan ada 3.353 siswa yang sakit dan 435 lainnya terdampak setelah 26 tahun. Kemudian di China bahkan ada beberapa yang meninggal setelah 10-13 tahun, di Jepang setelah 49 tahun," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (6/5).


Selain itu dia merujuk pada kasus Finlandia yang terjadi ketika program tersebut sudah berjalan selama 80 tahun. Amerika Serikat setelah 51 tahun. Dominika 7 tahun.

“Amerika Selatan 20 tahun, Inggris 99 tahun dan India 18 tahun. Ini menjadi pelajaran penting agar program serupa di Indonesia tidak mengalami kelengahan seiring waktu,” ujarnya.