Logo Bloomberg Technoz

Konsumsi Pemerintah Kontraksi 1,38% Awal Tahun, Akibat Efisiensi?

Dovana Hasiana
05 May 2025 14:52

Ilustrasi Rupiah. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi Rupiah. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan konsumsi pemerintah yang terkontraksi 1,38% pada kuartal I-2025 secara tahunan (year-on-year/yoy) karena masih ada proses administrasi untuk realokasi kegiatan-kegiatan pemerintah maupun ekonomi.

Hal ini dilontarkan untuk menanggapi pertanyaan apakah kontraksi konsumsi pemerintah terjadi karena kebijakan efisiensi anggaran. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025. Efisiensi yang dilakukan pemerintah melalui Inpres tersebut adalah Rp306,69 triliun.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan dampak dari realokasi anggaran baru akan terlihat realisasinya pada kuartal II-2025.


"Jadi karena di kuartal I-2025 masih ada proses administrasi untuk realokasi kegiatan-kegiatan pemerintah maupun ekonomi lainnya," ujar Amalia dalam konferensi pers, Senin (5/5/2025).

Selain itu, Amalia menggarisbawahi realisasi konsumsi pemerintah lebih cepat dan banyak pada kuartal I-2024 karena ada Pemilihan Umum (Pemilu).