Logo Bloomberg Technoz

Bitcoin lagi-lagi anjlok pergerakannya dalam 24 jam terakhir, kembali melemah di bawah US$27.000 menjadi US$26.748, turun 2,33%, dan terkontraksi 1,20% dalam sepekan terakhir.

Balik Arah, Pergerakan Harga Bitcoin Koreksi (Bloomberg)

Ethereum ETH  juga tengah dalam tren koreksi. Dengan mencatatkan minus 2,28% dalam 24 jam terakhir menjadi US$1.820,80, dan terkoreksi 0,16% dalam sepekan.

Senada, Polygon MATIC  juga dalam tren negatif dengan penurunan 1,85% dalam 24 jam terakhir menjadi US$0,8725, namun masih mencatatkan kenaikan 1,42% dalam sepekan.

BNB Koin dan XRP Koin juga kompak di zona merah dalam 24 jam. Dengan masing-masing mencatatkan angka koreksi 2,13% dan 1,52%.

Potensi Gagal Bayar Utang AS

Koreksi harga aset kripto pada perdagangan siang hari ini karena negosiasi lanjutan mengenai kenaikan plafon utang AS masih menemui jalan buntu. Hal tersebut menaikkan kondisi ketidakpastian terkait arah pasar keuangan, termasuk aset kripto.

Diskusi yang belum menemui titik terang antara Presiden Joe Biden dengan Ketua DPR dari Partai Republik Kevin McCarthy terkait dengan langkah untuk menghindari potensi gagal bayar utang AS.

Data pemerintah AS memperlihatkan utang sudah melewati batas tertinggi mencapai US$31,46 triliun, setara dengan 137% dari angka Produk Domestik Bruto (PDB) per Januari 2023.

(Sumber: Bloomberg)

"Hal ini menyebabkan pemerintah AS tidak bisa menerbitkan obligasi lagi untuk membiayai belanja negara, termasuk membayar utang," jelas Panji Yudha, Financial Expert Ajaib Kripto.

Sebagaimana diwartakan Bloomberg News, kedua pihak masih belum mencapai kesepakatan sementara bencana gagal bayar AS semakin dekat. Hal tersebut dikonfirmasi oleh perwakilan Partai Republik, Ralph Norman, yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan McCarthy memberitahu mereka bahwa kedua pihak masih belum mendekati kesepakatan.

Menurut Bloomberg Economics, kebuntuan saat ini atas plafon utang berpotensi menambah tekanan pada ekonomi AS, yang sudah rentan terhadap resesi setelah kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Kepala Ahli Strategi Pasar Global Invesco Kristina Hooper melihat kemungkinan gagal bayar utang teknis yang singkat, yang tercermin dalam harga obligasi, daripada saham. Menurutnya pasar akan merefleksikan gejolak dengan segera dalam beberapa hari mendatang, efek dari isu hangat tersebut.

"Pihak-pihak yang bernegosiasi semakin pesimis," katanya.

(fad)

No more pages