Logo Bloomberg Technoz

"Ini adalah pesan yang jelas bagi rezim Suriah," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz dalam pernyataan bersama setelah serangan tersebut. "Kami tidak akan mengizinkan pasukan dikirim ke selatan Damaskus atau ancaman apa pun terhadap komunitas Druze."

Serangan Israel terjadi setelah seorang pemimpin spiritual minoritas Druze Suriah meminta pasukan internasional untuk melindungi komunitasnya setelah gelombang kekerasan yang melibatkan pasukan Syiah menewaskan sedikitnya 70 orang. Pemimpin spiritual Druze Israel, Sheikh Mowafaq Tarif, juga meminta Netanyahu untuk turun tangan.

Sharaa, mantan komandan kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda, telah meyakinkan para pejabat internasional bahwa minoritas negara itu akan dilindungi setelah ia naik ke tampuk kekuasaan. Namun, bentrokan yang terjadi baru-baru ini mempertanyakan pernyataan Sharaa.

Kementerian Luar Negeri Suriah mengeluarkan pernyataan pada Rabu malam yang menyinggung tindakan keras terhadap "kelompok-kelompok yang melanggar hukum" dan menolak "segala bentuk intervensi eksternal dalam urusan internal negaranya." Ia menambahkan bahwa seruan perlindungan internasional adalah "tidak sah."

Bentrokan terburuk minggu ini antara pasukan pemerintah Suriah dan kelompok Druze terjadi di Sahnaya, sebuah kota di selatan Damaskus, dan di jalan raya antara ibu kota Suriah dan provinsi selatan Suwayda, tempat Druze berada.

Israel juga menghadapi tekanan cukup besar dari komunitas Druze-nya sendiri, yang menginginkan pemerintah Israel berbuat lebih banyak untuk melindungi warga mereka di Suriah.

"Kami melakukan segala upaya untuk mendapatkan tindakan dari pihak-pihak yang memiliki pengaruh terhadap situasi di Suriah," ujar Tarif dalam pernyataannya.

Israel telah secara sistematis mengebom infrastruktur militer tetangganya sejak Assad terguling dan memperluas wilayahnya di daerah barat daya Damaskus.

(bbn)

No more pages