Logo Bloomberg Technoz

Saluran televisi pusat di Tiongkok, seperti dilansir oleh Bloomberg News, memberitakan Pemerintah AS telah berusaha menjangkau otoritas di Beijing melalui berbagai kanal. Kabar terakhir juga menyebutkan Pemerintahan Trump hampir mengumumkan tahap pertama transaksi yang akan mengurangi tingkat tarif yang direncanakan terhadap beberapa negara, di mana itu kian meredakan kekhawatiran investor akan prospek perdagangan global.

Meski tergerus dalam tiga hari terakhir, harga emas sepanjang tahun ini sudah mencetak kenaikan hingga 25%. Potensi kenaikan belum sepenuhnya tertutup ke depan. Dengan kontraksi ekonomi AS, peluang bagi Federal Reserve, bank sentral AS, memangkas bunga acuan dinilai makin besar mencapai empat kali 25 basis poin tahun ini.

Tingkat bunga yang rendah akan mengangkat pamor harga emas sebagai komoditas yang lazim digunakan sebagai alat hedging inflasi jangka panjang.

Beberapa bank investasi global juga belum merevisi target harga emas mereka tahun ini. 

Beberapa bank investasi global beberapa waktu lalu telah memperbarui proyeksi harga emas mereka dengan revisi ke atas menyusul perkembangan geopolitik terkini, terkait perang dagang, serta indikasi pergeseran penempatan dana global dari surat utang AS, US Treasury, ke emas. 

Di antaranya adalah bank investasi besar asal AS, Goldman Sachs, yang memperkirakan harga emas tahun ini bisa mencapai US$ 3.700 per troy ounce pada akhir tahun ini dan potensial menembus US$ 4.000 pada pertengahan 2026 nanti.

(rui)

No more pages