Perusahaan asal Cupertino, California itu merakit iPhone senilai US$22 miliar di India dalam 12 bulan yang berakhir pada Maret, dengan peningkatan produksi hampir 60% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut laporan Bloomberg bulan ini. Saat ini, Apple memproduksi 20% dari total iPhone di negara Asia Selatan tersebut—atau satu dari lima unit—meskipun China masih menjadi basis produksi utama.
Sebagian besar iPhone buatan India dirakit di pabrik milik Foxconn Technology Group yang berlokasi di India selatan. Anak usaha manufaktur elektronik milik Tata Group, yang mengakuisisi bisnis lokal Wistron Corp. dan mengelola operasi Pegatron Corp di India, juga menjadi salah satu pemasok utama Apple.
Dari total produksi di India, Apple mengekspor iPhone senilai 1,5 triliun rupee (sekitar US$17,5 miliar) selama tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2025, ungkap Menteri Teknologi India pada 8 April lalu.
Pengiriman iPhone dari India ke AS meningkat setelah Trump mengumumkan rencana pemberlakuan tarif resiprokal pada Februari lalu. Sepanjang tahun fiskal hingga Maret, rata-rata produksi dan ekspor iPhone dari India terus meningkat.
Pemerintahan Trump awal bulan ini mengecualikan barang elektronik termasuk ponsel pintar dan komputer dari tarif resiprokal. Ini menjadi kabar baik bagi perusahaan seperti Apple, meskipun pengecualian ini tidak berlaku untuk tarif terpisah sebesar 20% terhadap China, yang diberlakukan untuk menekan Beijing agar menindak peredaran fentanyl.
Artinya, iPhone buatan India saat ini tidak dikenakan bea masuk tambahan. Kecuali pengecualian yang diumumkan pada 11 April, tarif kumulatif terhadap China tetap berada di angka 145%, yang kemungkinan akan memaksa perusahaan-perusahaan seperti Apple untuk semakin serius memindahkan rantai pasokan mereka.
Saat ini, Apple telah merakit seluruh lini iPhone di India, termasuk model premium Pro dengan bahan titanium. Keberhasilan manufaktur Apple di negara dengan populasi terbesar di dunia ini juga didukung oleh subsidi dari negara, sejalan dengan ambisi Perdana Menteri Narendra Modi untuk menjadikan India sebagai pusat manufaktur global.
(bbn)




























