Beban karyawan juga naik 5,53% secara tahunan menjadi Rp16,81 triliun.
Kemudian, ada beban interkoneksi yang naik 8,13% secara tahunan menjadi Rp6,88 triliun. Beban umum juga naik 8,33% secara tahunan menjadi Rp6,22 triliun.
Kenaikan pos-pos tersebut tak mampu dikompensasi oleh keuntungan selisih kurs, karena kontribusinya juga tidak terlalu besar, hanya Rp136 miliar dari sebelumnya rugi Rp36 miliar.
Keuntungan yang belum direalisasi yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi sebesar Rp188 miliar dari sebelumnya rugi Rp748 miliar juga tak mampu mengkompensasi kenaikan pos-pos tersebut.
Alhasil, laba usaha TLKM turun 3,14% secara tahunan menjadi Rp42,99 triliun. Penurunan ini juga yang memicu melemahnya laba bersih perusahaan.
(red)































