Logo Bloomberg Technoz

Lebih lanjut, Arsjad menyampaikan, merger XL-FREN bukan hanya langkah konsolidasi, melainkan juga bagian dari strategi jangka panjang guna memperkuat industri telekomunikasi nasional. Ia menyebutkan bahwa perusahaan telah menyiapkan investasi tambahan guna mendukung ekspansi infrastruktur serta penguatan sumber daya manusia.

Salah satu bentuk investasi tersebut adalah pembangunan lebih dari 8.000 situs baru untuk memperluas jangkauan jaringan. Jaringan ini nantinya akan mendukung sektor pendidikan, kesehatan, dan layanan pemerintahan di berbagai wilayah Indonesia.

Arsjad juga menambahkan bahwa digitalisasi yang lebih merata diharapkan dapat berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.

"Harapannya dengan digitalisasi ini, dengan adanya tadi ini adalah untuk membangun apa bisa lift rock kita. Karena kan untuk digitalisasi dengan teknologi yang ada, harapannya bisa membantu lebih efisien, lebih produktif yang namany untuk usaha, untuk pemerintahan, untuk semuanya. Dan balik-baliknya adalah untuk masyarakat," pungkas dia.

Pada kesempatan yang sama Kemenkomdigi secara resmi memberikan persetujuan atas penggabungan usaha antara PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telekom Tbk. Melalui penggabungan ini, ketiga entitas akan beroperasi di bawah nama baru, yaitu PT XLSmart Telekom Sejahtera Tbk.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan, keputusan tersebut diambil setelah proses evaluasi yang berlangsung cukup panjang. Inisiatif penggabungan bahkan telah disampaikan secara lisan sekitar enam bulan lalu, dan dokumen resmi diterima tiga bulan terakhir.

"[setelah] keluar persetujuan juga dari Kementerian Hukum, maka hari ini kami tadi setelah juga verifikasi faktual dengan pernyataan langsung, bertemu langsung, kami panggil langsung, maka kami juga pada prinsipnya telah memberikan persetujuan kepada PT XLSmart Telekom Sejahtera TBK," ungakp Meutya.

Di sisi lain, Meutya menekankan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan persetujuan, tetapi juga menetapkan sejumlah kewajiban kepada XLSmart ini.

Beberapa diantaranya, peningkatan kecepatan unduhan layanan hingga 16% pada tahun 2029, penambahan 800 Base Transceiver Station (BTS) baru, terutama di daerah terpencil, hingga perluasan akses layanan digital di lebih dari 175.000 sekolah, 8.000 fasilitas layanan kesehatan, dan 42.000 kantor pemerintahan di seluruh Indonesia.

Meutya menegaskan, pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait, akan mengawasi pemenuhan seluruh komitmen tersebut. Dengan demikian, kini industri telekomunikasi hanya menyisakan tiga nama pemain besar yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart.

(wep)

No more pages