Vietnam sendiri tengah berupaya memperkuat kerja sama dengan China di sektor keamanan, transportasi, pinjaman preferensial, serta transfer teknologi. Hanoi juga berharap neraca perdagangan dengan tetangganya itu menjadi lebih seimbang, menurut VTV.
Tur Regional
Xi tiba di Vietnam hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif terhadap produk China, namun memberikan jeda 90 hari bagi negara lain — termasuk Vietnam, yang masih bernegosiasi atas tarif sebesar 46%.
Tur di kawasan ini, yang juga akan membawanya ke Malaysia dan Kamboja, menyoroti posisi rumit negara-negara Asia Tenggara. Selama beberapa tahun terakhir, kawasan ini menjadi jalur alternatif utama bagi ekspor China menuju pasar AS, terutama sejak Trump menaikkan tarif pada masa jabatan pertamanya.
Sebelum memulai kunjungan, Xi sempat memperingatkan dalam sebuah artikel di surat kabar resmi Partai Komunis Vietnam, Nhan Dan, bahwa "tidak ada pemenang dalam perang dagang atau perang tarif, dan proteksionisme tidak membawa hasil apa pun."
Sejak meletusnya perang dagang antara AS dan China, Vietnam menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan. Banyak produsen memindahkan operasi mereka ke Vietnam untuk menghindari tarif tinggi yang dikenakan AS terhadap produk China. Investasi dari China pun mengalir deras ke kawasan industri di utara Vietnam, tempat perusahaan seperti Foxconn dan Luxshare Precision Industry Co memproduksi komponen untuk merek global seperti Apple.
Ekonomi Vietnam sangat bergantung pada bahan baku dan komponen dari China. Kedua negara kini sedang mengembangkan infrastruktur untuk mempererat konektivitas logistik. China saat ini merupakan mitra dagang bilateral terbesar Vietnam, dengan total perdagangan mencapai lebih dari US$205 miliar pada tahun lalu. China juga menjadi pasar utama bagi produk pertanian Vietnam, mulai dari buah-buahan, makanan laut, kacang mete, hingga kopi.
Pemerintah Vietnam berkomitmen mempercepat pembangunan tiga proyek kereta api lintas negara, termasuk proyek senilai US$8,4 miliar yang akan menghubungkan kota perbatasan Lao Cai dengan ibu kota Hanoi dan kota pelabuhan Haiphong.
Pada Minggu, pemerintah Vietnam juga membuka izin impor untuk lebih banyak jenis pesawat, yang bisa membuka jalan bagi kerja sama dengan Commercial Aircraft Corporation of China Ltd (Comac).
Perdana Menteri Pham Minh Chinh menyatakan bahwa kerja sama penerbangan antara Comac dan mitra Vietnam menunjukkan “hasil yang semakin positif,” setelah bertemu dengan pimpinan perusahaan tersebut pada Senin, seperti disampaikan dalam pernyataan di situs resmi pemerintah.
Selain sewa pesawat, Chinh juga mendorong Comac untuk “bekerja sama dengan mitra Vietnam dalam investasi pusat perawatan dan perbaikan pesawat di Vietnam.”
(bbn)































