Nasibnya masih belum pasti setelah pemerintahan Trump memberi TikTok perpanjangan kedua selama 75 hari untuk menyelesaikan kesepakatan pemisahan dari pemiliknya di China.
Meski divisi internasional melonjak, pertumbuhan keseluruhan untuk perusahaan rintisan itu melambat tajam sejak 2023, ketika ByteDance meningkatkan penjualan menjadi hampir US$120 miliar dari US$80 miliar.
Di dalam negeri, platform video andalannya Douyin tengah berjuang keras untuk menekan biaya di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
TikTok, yang meniru model periklanan dan e-commerce saudaranya di pasar global, kini telah mengambil alih lebih banyak beban untuk pertumbuhan pendapatan.
Juru bicara ByteDance tidak menanggapi pertanyaan tentang keuangan perusahaan pada 2024, yang pertama kali dilaporkan oleh The Information.
Salah satu tantangan terbesar ByteDance pada 2025 adalah mengamankan kesepakatan AS yang memuaskan Washington dan Beijing.
Amazon.com Inc menjadi nama besar terbaru yang ikut campur, mengajukan tawaran ke Gedung Putih untuk membeli bisnis yang pernah bernilai US$60 miliar.
AppLovin Corp. yang kurang dikenal juga dilaporkan mencari dukungan untuk tawaran pengambilalihannya sendiri. Pasangan ini memperpanjang daftar pemilik potensial aplikasi ByteDance yang sudah beragam di titik pertemuan ketegangan AS-China.
Perang dagang yang meningkat antara AS dan China dapat mempersulit kesepakatan semacam itu. Washington melihat TikTok sebagai alat tawar-menawar untuk menegosiasikan persyaratan perdagangan yang menguntungkan dengan Beijing.
Sementara itu, tarif barang-barang China dapat menghantam bisnis dagang-el TikTok yang sedang berkembang di AS, yang mengandalkan pedagang lintas batas.
Dalam jangka panjang, ByteDance bergabung dengan banyak raksasa teknologi dunia dengan harapan mengubah AI generatif menjadi rejeki nomplok.
Chatbot Doubao termasuk yang paling populer di China, dan perusahaan yang berpusat di Beijing ini juga bereksperimen dengan produk AI untuk berbagai bidang, mulai dari pembuatan video hingga pengodean.
Beberapa investor terbesar ByteDance menilai perusahaan tersebut bernilai lebih dari US$400 miliar dalam pembukuan mereka, sementara perusahaan tersebut berencana untuk membeli kembali saham karyawan dengan valuasi US$312 miliar.
Kedua angka tersebut merupakan kenaikan signifikan dari tahun lalu, dibantu oleh penilaian ulang sektor teknologi China pasca-DeepSeek.
(bbn)






























