Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah SSMS, BRMS, dan EMTK.
Di sisi yang sama, Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG akan kembali melemah.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan kembali melemah.”
Pelemahan IHSG didorong oleh, tensi dagang yang masih tinggi, penerapan tariff ~145% untuk China akan berdampak negatif untuk komoditas, serta ruang pelemahan nilai tukar Rupiah seiring potensi turunnya trade surplus dengan US serta kenaikan yield obligasi di global.
Serta masih berlanjutnya outflow dana asing.
Pada perdagangan Kamis kemarin, IHSG bergerak di zona hijau. Namun sayangnya belum mampu menutup target gap pertama di 6.270. Kondisi ini mengindikasikan masih adanya keraguan atau kurangnya confidence pelaku pasar.
Seperti yang dipaparkan Phintraco Sekuritas, Hal di atas didasari oleh kecenderungan arah kebijakan Presiden AS, Donald Trump yang sangat dinamis ditambah dengan belum adanya hasil konkret antara negosiasi Pemerintah Indonesia dengan AS.
Pelaku pasar juga gelisah terhadap kondisi intensitas Trade Wars antara AS dengan China kali ini yang dinilai lebih signifikan dibanding Trade Wars 1.0 yang lalu.
“Sampai saat ini, China belum membuka peluang negosiasi, meski AS beberapa kali memberikan clue negosiasi dengan China. Hal ini meningkatkan risiko bagi indonesia, baik di sisi penurunan nilai ekspor ke China, maupun potensi semakin “membanjirnya” produk China di Indonesia,” mengutip tulisan riset Phintraco.
Risiko pullback pada IHSG masih membayangi di penghujung pekan ini. Imbas potensi full-blown Trade Wars antara AS dengan China. Hal tersebut juga memperkuat pandangan bahwa target utama dari serangkaian kebijakan tarif oleh Pemerintah AS sebenarnya adalah Tiongkok
Saham-saham pilihan versi Phintraco meliputi TLKM, UNVR, SCMA, JPFA, dan KLBF.
Sedangkan, berlanjutnya aksi jual investor asing dan melemahnya indeks di Bursa Wall Street seiring adanya kegelisahan investor mencermati eskalasi perang dagang yang belum akan mereda dari AS dan China pasca AS kembali menaikkan tarif impor untuk China sebesar 145% diperkirakan menjadi katalis negatif yang dapat berpengaruh ke perdagangan hari ini, menjadi tambahan katalis negatif untuk IHSG.
“IHSG hari ini diprediksi akan bergerak melemah seiring kemungkinan aksi jual dengan kisaran support 6.147–5.967 dan resist 6.381–6.500,” mengutip riset harian CGS International Sekuritas Indonesia.
(fad/hps)





























