Logo Bloomberg Technoz

Industri Hilir Nikel RI Paling Terganggu Efek Domino Tarif Trump

Mis Fransiska Dewi
11 April 2025 08:30

Simbol kimia untuk nikel sulfat (NiSO) diproyeksikan ke tangki selama pembukaan pabrik daur ulang baterai Mercedes-Benz Group AG./Bloomberg-Alex Kraus
Simbol kimia untuk nikel sulfat (NiSO) diproyeksikan ke tangki selama pembukaan pabrik daur ulang baterai Mercedes-Benz Group AG./Bloomberg-Alex Kraus

Bloomberg  Technoz, Jakarta – Industri baterai yang ada di lini hilir dalam sektor nikel nasional berisiko paling terdampak kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, meskipun komoditas tersebut tidak dikenakan bea masuk tambahan sebesar 32%.

Dewan Penasihat Pertambangan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Djoko Widajatno mengatakan dampak tarif AS terhadap sektor pernikelan sebenarnya akan sangat tergantung dari mitra dagang utama Indonesia.

Penyebabnya, sebagian besar produk nikel Indonesia tidak langsung masuk ke AS, melainkan ke China.


Akan tetapi, jika China diganjar tarif lebih tinggi oleh AS, raksasa Asia Timur tersebut rawan menurunkan permintaan impor terhadap produk olahan nikel dari Indonesia.

“Maka dampaknya tetap terasa secara tidak langsung,” kata Djoko saat dihubungi, Jumat (11/4/2025). 

Pabrik baterai kendaraan listrik./Bloomberg-Krisztian Bocsi