Logo Bloomberg Technoz

Adapun Presiden Donald Trump pada 26 Maret 2025 menerbitkan regulasi baru bertajuk Adjusting Imports of Automobiles and Automobile Parts Into The United States, yang mengatur tarif impor komponen otomotif sebesar 25%.

Untuk merespons situasi tersebut, SMSM tengah menyiapkan beberapa langkah mitigasi. Strategi tersebut mencakup evaluasi ulang strategi ekspor, pencarian pasar alternatif, peningkatan efisiensi agar produk lebih kompetitif, serta menjajaki peluang kerja sama regional dengan tarif lebih rendah.

Perusahaan juga mengaku terus menjaga komunikasi intensif dengan para pembeli di AS. “Kami masih menunggu hasil koordinasi dan konsultasi antara buyer kami di AS dengan otoritas US Customs & Border Protection,” ujarnya.

Jika tarif baru diberlakukan dalam waktu dekat, SMSM akan mengevaluasi dampaknya terhadap struktur biaya dan profitabilitas. Perusahaan juga menyiapkan langkah jangka pendek, termasuk optimalisasi manajemen inventori, evaluasi rantai pasok, dan eksplorasi produksi di negara lain guna mengurangi risiko.

Lebih jauh, Ang menyebut, kebijakan tarif ini bukan sekadar tekanan sesaat, melainkan risiko jangka panjang yang harus diantisipasi secara strategis. 

“Perusahaan cenderung memandang kebijakan tarif ini sebagai risiko jangka panjang, terutama mengingat tren global ke arah proteksionisme dan ketidakpastian geopolitik,” ucapnya.

Menurut Ang, kondisi ini menjadi sinyal bagi perusahaan untuk memperkuat ketahanan operasional dan keuangan, serta mempercepat diversifikasi pasar dan penyesuaian rantai pasok global.

(wep)

No more pages
← Prev article

Artikel Terkait

Baca Juga

Lainnya

Bloomberg Businessweek Indonesia

Z-Zone