“Ibu Megawati menyampaikan pengalamannya melakukan pemulihan ekonomi nasional yang ketika itu juga tidak gampang dan Pak Prabowo sangat memperhatikan berbagai pandangan, pengalaman yang pernah dilakukan oleh Ibu Megawati dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional,” ungkap dia.
Topik ketiga, lanjut Muzani, Prabowo dan megawati menyepakati bahwa momen saat ini dapat dijadikan peluang untuk membangkitkan produk-produk lokal. Karena kedua pihak tersebut menyepakati hanya sejumlah produk saja yang diandalkan dari impor.
“Inilah waktunya produk Indonesia menjadi tuan rumah di negeri Indonesia maka cintailah produk-produk Indonesia. Itulah beberapa hal yang dibicarakan oleh kedua pemimpin di dalam pertemuan yang hampir satu setengah jam yang saya dapatkan dari penjelasan Pak Prabowo kepada kami,” ucap dia.
Muzani mengklaim, pertemuan Prabowo dan Megawati tak membahas tentang tokoh politik lainnya, termasuk Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Prabowo pun tak mengambil sikap sebagai jembatan atau penengah antara Megawati dengan mantan kader PDIP tersebut.
"Saya tidak mendapat penjelasan langsung [isi pertemuan empat mata]. Jadi saya, ini [tiga inti pertemuan] yang saya dengar ya," ujar dia.
Megawati mengalami konflik dengan kader jagoannya, Jokowi sejak Pemilu 2024. Pada saat itu, Jokowi sebagai presiden tak memberikan dukungan kepada calon dari PDIP, Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Dia justru memberikan dukungan dan bantuan kepada mantan rivalnya Prabowo Subianto yang menggandeng putranya Gibran Rakabuming Raka.
Prabowo terus menjalin relasi dengan Jokowi sebagai pendahulu dan tokoh penting di balik kemenangannya. Di sisi lain, dia berambisi untuk merangkul semua kelompok politik di Indonesia; termasuk Megawati dan PDIP yang hingga kini enggan masuk Koalisi Indonesia Maju. Prabowo dan Megawati sendiri sempat maju bersama sebagai capres dan cawapres pada Pemilu 2009 meski kalah melawan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.
(azr/frg)



























