Berbicara kepada wartawan setelah pidatonya, Barkin menolak mengasumsikan bahwa dampak tarif terhadap inflasi akan bersifat sementara, seperti yang dinyatakan oleh Gubernur bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, pekan lalu.
"Saya terbuka dengan gagasan itu, tetapi saya tidak langsung berasumsi bahwa ini hanya kenaikan harga satu kali yang bisa kita abaikan begitu saja," kata Barkin.
"Kita baru saja melewati periode inflasi yang signifikan," tambahnya. "Itu berarti ekspektasi, baik dari sisi penetapan harga maupun penerima harga, telah menjadi lebih fleksibel—bukan tidak terkendali, tetapi lebih longgar. Dan saya berhati-hati dalam menilai apakah dampaknya akan sesingkat yang diasumsikan."
Pekan lalu, pejabat The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Powell juga menegaskan bahwa pembuat kebijakan tidak perlu terburu-buru dalam menyesuaikan suku bunga. Barkin menggemakan pandangan tersebut dalam pidatonya.
"Ini bukan sekadar kondisi yang membuat kita sulit memperkirakan," kata Barkin. "Ini seperti menghadapi kabut pekat dengan jarak pandang nol—kita harus menepi dan menyalakan lampu hazard."
"Jika kondisi mulai berubah, kita berada dalam posisi yang baik untuk menyesuaikan kebijakan," lanjutnya. "Sampai saat itu tiba, seperti halnya pelaku bisnis dan konsumen, kita hanya bisa menunggu hingga kabut ini menghilang."
(bbn)






























