Logo Bloomberg Technoz

Ekspor Bijih Logam Masih Kuat di Tengah Gaung Penghiliran

Rezha Hadyan
17 May 2023 14:30

Material mixed hydroxide precipitate (MHP) dalam rangkaian proses pengolahan nikel milik Harita Nickel. (Dok Dimas Ardian/Bloomberg)
Material mixed hydroxide precipitate (MHP) dalam rangkaian proses pengolahan nikel milik Harita Nickel. (Dok Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Di tengah pelemahan kinerja ekspor sejumlah komoditas unggulan Indonesia, pengapalan mineral mentah atau bijih logam (ore) ternyata masih tumbuh signifikan pada April 2023, kendati pemerintah terus menggaungkan misi untuk hanya menjual komoditas hasil penghiliran.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bijih logam merupakan komoditas dengan pertumbuhan nilai ekspor tertinggi pada April dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Ekspor bijih, terak, dan abu logam naik 26,16% secara month to month (mtm).

Komoditas nonmigas lain yang masih mengalami pertumbuhan ekspor bulanan pada April a.l. bahan kimia anorganik yang tumbuh 9,96% serta pulp dari kayu yang tumbuh 3,86%.

[Penurunan kinerja dagang] dimungkinkan oleh dampak dari adanya libur panjang dalam rangka Idulfitri yang menekan kegiatan ekspor impor.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan

Sektor industri pertambangan juga mencatatkan penurunan yang tidak sesignifikan industri pengolahan maupun pertanian. Koreksi ekspor sektor pertambangan pada April hanya 7,84% mtm, sedangkan pengolahan dan pertanian masing-masing terpelanting 21,5% dan 22,56%.

Masih dari lini nonmigas, komoditas yang mengalami koreksi ekspor terdalam pada periode yang sama a.l. logam mulia, perhiasan/permata (-52,30%), barang dari besi dan baja (-39,21%), mesin dan peralatan mekanis (-37,27%), kendaraan dan bagiannya (-34,16%), serta tembakau dan rokok (-33,2%).