Logo Bloomberg Technoz

Saham Tesla anjlok 15% pada Senin (10/3/2025) setelah para analis, termasuk Joseph Spak dari UBS Group AG, memangkas proyeksi pengiriman produk Tesla. Menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan bersih Musk merosot lebih dari US$130 miliar sejak Januari 2025.

Selain gangguan terkait perubahan model terpentingnya menjadi desain baru, serangan balik terhadap Musk, yang merupakan CEO Tesla, merusak reputasi produsen mobil tersebut di beberapa pasar kendaraan listrik terbesar di dunia.

Di Jerman, misalnya, pendaftaran anjlok 70% selama dua bulan pertama tahun ini karena Musk mendukung partai sayap kanan Alternative for Germany (AfG) pada bulan-bulan menjelang pemilihan umum 23 Februari.

Di China — pasar kendaraan listrik terbesar di dunia — Tesla termasuk salah satu produsen yang kesulitan bersaing dengan juara domestik, BYD Co. Pengiriman kendaraan dari pabrik perusahaan yang dipimpin Musk di Shanghai anjlok 49% pada Februari menjadi hanya 30.688 kendaraan, angka bulanan terendah sejak Juli 2022.

Penurunan saham Tesla pada Senin merupakan penurunan satu hari terbesar sejak September 2020. Saham tersebut turun 45% pada tahun 2025 dan telah kehilangan semua keuntungannya sejak Trump memenangkan Pilpres AS pada November 2024.

Musk ditanya sebelumnya bagaimana dia menjalankan bisnisnya yang lain sambil fokus pada DOGE, dalam wawancara dengan mantan penasihat Trump, Larry Kudlow, di Fox Business. Orang terkaya di dunia ini menjawab: "dengan susah payah."

(bbn)

No more pages