"Kami memberi Hamas waktu beberapa hari untuk mencoba menyetujui semacam proposal yang menjembatani," ujar juru bicara Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, Omer Dostri, Selasa. "Jika tidak, kami akan bersidang — kabinet keamanan, PM, dan para menteri — untuk mengambil keputusan," katanya kepada Radio Angkatan Darat Israel.
Steve Witkoff, utusan khusus Presiden Donald Trump pengawas perundingan yang dimediasi Qatar dan Mesir, mengusulkan gencatan senjata singkat dan pertukaran sandera dan tahanan lebih lanjut yang berlangsung selama bulan puasa Ramadan yang sedang dijalankan umat Islam. Hamas menolaknya dan bersikukuh agar Israel menarik diri dari Gaza.
Jeda dalam pertempuran secara luas terus berlanjut meskipun gencatan senjata tahap pertama telah berakhir.
Berbicara kepada wartawan secara terpisah, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar mengatakan bahwa memulai kembali serangan terhadap Hamas adalah sebuah pilihan.
"Jika kami harus melakukannya, kami akan melakukannya," ujarnya tanpa mengungkap kapan waktunya.
Israel, dengan dukungan AS, telah membuat kesepakatan jangka panjang untuk mengakhiri perang di Gaza, dengan syarat Hamas harus dilucuti senjatanya dan disingkirkan dari pemerintahan Gaza.
Hamas sendiri telah memberi sinyal bahwa mereka mungkin akan menyerahkan kekuasaannya — tetapi tidak dengan roket dan senapannya.
Ribuan anggota Hamas menyeberang ke Israel pada 7 Oktober 2023, menewaskan 1.200 jiwa dan menculik 250 orang. Dalam perang dengan Israel, lebih dari 48.000 warga Palestina telah terbunuh, berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas. Sebagian besar wilayah Palestina telah hancur dan sebagian besar lebih dari 2 juta penduduknya mengungsi.
Israel belum memberikan ultimatum, tetapi memiliki "skala tekanan yang meningkat" yang dapat diterapkannya pada Hamas jika 59 sandera yang tersisa di Gaza tidak dikembalikan. Demikian disampaikan Dostri tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Witkoff telah merencanakan untuk mengunjungi wilayah tersebut pekan lalu, tetapi menunda perjalanannya.
"Saya mendengar bahwa dia mungkin akan datang ke sini pekan depan. Sampai saat ini kami belum mengetahui tanggal pastinya," tukas Dostri.
(bbn)
































