Pria kelahiran 1 Januari 1970 ini merupakan mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) periode 2011—2014. Satu tahun berikutnya atau setelah pensiun, dia memulai karirnya di PT Freeport Indonesia (PTFI).
Saat itu, dia ditawari jabatan Presiden Direktur Freeport oleh Ketua Dewan Freeport-McMoRan Inc, James Robert (Jim Bob) Moffett, pada Januari 2015, menggantikan Rozik B Soetjipto.
Kemudian, Maroef menduduki posisi Presiden Direktur Freeport sejak 7 Januari 2015 hingga Januari 2016.
Saat memimpin Freeport, nama Maroef pernah menjadi perbincangan terkait dengan kasus yang menyeret Freeport. Dia terkenal lantaran sikapnya membongkar rekaman pembicaraan dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto dan saudagar minyak Mohammad Riza Chalid.
Pembicaraan itu ramai diperbincangkan karena berkaitan dengan permintaan jatah saham. Maroef membongkar rekaman pembicaraan antara Setya dan Riza yang berlangsung pada 8 Juni 2015.
Skandal ini ramai bahkan disebut dengan julukan "Papa Minta Saham". Namun, tak lama pada 18 Januari 2016, dia mengundurkan diri dari posisi Presiden Direktur Freeport.
(mfd/wdh)





























