Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, arus beli saham kembali marak di bursa saham seiring dengan sentimen positif kenaikan rekomendasi saham oleh JPMorgan terhadap saham-saham perbankan yang memiliki kapitalisasi besar, seperti BBRI, BMRI juga BBNI.

Pasar juga didukung oleh sentimen positif dari rilis data aktivitas manufaktur RI pada Februari. Aktivitas manufaktur RI melanjutkan ekspansi pada Februari, menyentuh angka 53,6, tertinggi sejak Maret 2024.

Level output pada Februari juga naik menyentuh 54,4 dibanding 52,3 pada Januari, tertinggi sejak Mei 2024 dan ekspansi dalam empat bulan beruntun. Pemesanan baru juga naik ke level tertinggi sejak Maret 2024.

Berikut ini rangkuman beberapa sentimen yang melingkupi pasar pada perdagangan Senin, pekan pertama Maret 2025:

  • Aktivitas manufaktur RI melanjutkan ekspansi pada Februari, menyentuh angka 53,6, tertinggi sejak Maret 2024.
  • Level output pada Februari juga naik menyentuh 54,4 dibanding 52,3 pada Januari, tertinggi sejak Mei 2024 dan ekspansi dalam empat bulan beruntun.
  • Pemesanan baru juga naik ke level tertinggi sejak Maret 2024.
  • JPMorgan menaikkan rekomendasi saham perbankan RI. Rekomendasi untuk BBRI naik dari Neutral menjadi Overweight dengan target harga Rp4.200. Rekomendasi serupa juga dikeluarkan untuk BBNI dengan target harga Rp4.600. Lalu, untuk BMRI juga dinaikkan dari Underweight menjadi Neutral dengan target harga Rp5.100.
  • Kementerian Keuangan menerbitkan PMK 18/2025 yang menjadi dasar hukum penanggungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tiket pesawat kelas ekonomi sebesar 6%, berlaku 1 Maret-7 April 2025. Konsumen cukup membayar PPN tiket pesawat sebesar 5%.
  • Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan sejumlah insentif untuk mendukung aktivitas konsumsi masyarakat saat Lebaran, di antaranya diskon tarif tol di ruas jalan utama mudik Lebaran.
  • Kongres Rakyat Nasional China (NPC) akan digelar pekan ini di mana Pemerintah Tiongkok diperkirakan akan merilis sejumlah sikap dan kebijakan merespon perang dagang yang dipicu oleh AS.
  • Aturan mandatori penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor di Indonesia selama 12 bulan, sudah berlaku sejak 1 Maret 2025.
  • Nilai arus modal asing yang keluar dari pasar saham domestik telah Rp22,21 triliun year-to-date, lalu sebesar Rp4,44 triliun year-to-date. Sedangkan di instrumen Sekuritas Rupiah (SRBI), modal asing membukukan net buy Rp7,67 triliun.
  • Indeks PMI Manufaktur dan nonmanufaktur China yang dilansir pemerintah setempat, membaik pada Februari.
  • Kebijakan Pemerintah RI memakai harga batubara acuan (HBA) sebagai dasar penjualan ekspor, mendapat penolakan dari Tiongkok.
  • Laporan inflasi PCE AS sesuai prediksi pasar, menaikkan ekspektasi terjadi pemangkasan bunga acuan The Fed hingga 3 kali tahun ini total sebanyak 75 basis poin.
  • Konsensus Bloomberg memperkirakan inflasi IHK Indonesia pada Februari mencapai 0,11% month-on-month, dan sebesar 0,55% year-on-year, semakin turun dibanding Januari 0,76% yoy.

(rui)

TAG

No more pages

Artikel Terkait