Witness LNG Logistics Simulator dari Twinn sudah diterapkan untuk mengurangi risiko operasional terminal dan meningkatkan strategi komersial. Alat simulasi ini dirancang untuk mengidentifikasi potensi risiko, menilai fleksibilitas operasional, serta mengoptimalkan operasional masa depan.
Selama lebih dari dua dekade, para pakar simulasi di Royal HaskoningDHV telah membantu operator LNG untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara fleksibilitas operasional dan risiko bisnis.
Simulator Logistik LNG memanfaatkan teknologi simulasi prediktif dalam memvisualisasikan operasi LNG yang kompleks dan rantai pasoknya dalam lingkungan virtual yang aman.
Seiring dengan permintaan LNG global yang diperkirakan meningkat secara signifikan dalam beberapa dekade mendatang, kata dia, pemasok memerlukan alat yang memungkinkan membantu mereka mensimulasikan sejumlah kondisi.
Pemasok dapat memanfaatkan simulator untuk menguji berbagai skenario, memahami dampak teknis dan komersial dari opsi pengembangan yang berbeda, serta menilai komitmen kontrak dan pengambilan keputusan sebelum berinvestasi.
“Teknologi ini juga semakin banyak diterapkan untuk bahan bakar baru, termasuk proyek ekspor amonia dan CO2 cair,” tuturnya.
Dia menambahkan, melalui penggunaan simulator logistik LNG, Royal HaskoningDHV telah menciptakan model virtual seluruh rantai nilai Inpex, yang mencakup skema pengembangan darat, terminal, dan pengiriman.
Lebih dari sekadar alat penjadwalan dan analisis statis, simulasi ini memudahkan Inpex dalam mengeksplorasi berbagai opsi produksi, penyimpanan, dan strategi pengiriman.
“Simulasi ini juga mempertimbangkan risiko potensial seperti kondisi cuaca, kegagalan peralatan, dan fluktuasijadwal. Selain membantu Inpex memahami kapasitas penyimpanan dan ketersediaan tempat berlabuh, simulasi ini juga terbukti penting dalam pengembangan kontrak pelanggan, memastikan ada ruang fleksibilitas yang cukup bagi Inpexuntuk tetap memenuhi komitmen pada saat terjadi gangguan yang tidak terduga.”
Peringatan ESDM
Proyek gas Abadi di Blok Masela belakangan ini kembali mendapat sorotan pemerintah, setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku telah menjatuhkan peringatan keras kepada salah satu pemegang hak partisipasi atau participating interest (PI) di satu wilayah kerja gas raksasa.
Bahlil disebut telah menerbitkan Surat Peringatan Pertama (SP-1) kepada Inpex Co untuk segera melakukan produksi di Blok Masela.
Bahlil memang enggan membocorkan nama perusahaan yang dimaksud, tetapi hal itu dibenarkan oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto bahwa Inpex telah mendapatkan SP-1.
“Nah, saya sudah bikin Surat Peringatan Pertama. Kalau [Surat Peringatan] Kedua tidak bisa lagi, saya cabut. Ini gede dan ini pasti akan gempar. Saya tidak perlu sampaikan perusahaan apa itu. Biarkanlah Tuhan, saya, dan dia yang tahu,” ujar Bahlil di Mandiri Investment Forum, Selasa (11/2/2025).
Bagaimanapun, ini bukan kali pertama Bahlil mengancam akan mencabut izin Inpex di Blok Masela. Pada akhir Januari, Bahlil merespons progres pembangunan untuk fasilitas produksi Inpex di blok gas tersebut yang dinilai berpotensi mundur dari target 1 Januari 2030.
Alasannya, proyek LNG yang berada di Lapangan Abadi, Tanimbar, Maluku, itu telah mandek puluhan tahun. Lapangan Abadi Masela diestimasikan memiliki puncak produksi sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA) dan gas pipa 150 MMSCFD, serta 35.000 barel kondensat per hari (BCPD).
Rencana pengembangan atau plan of development (PoD) Blok Masela sebenarnya sudah ditandatangani hampir 10—15 tahun lalu. Namun, operasionalnya terhambat karena adanya usulan peralihan perencanaan untuk Blok Masela dari proyek offshore menjadi onshore.
Selanjutnya, pemerintah dihadapkan dengan masalah untuk mencari pemegang hak partisipasi pengganti Shell, yang pada akhirnya resmi diambil alih oleh Pertamina dan Petronas pada 2023.
Saat ini, pemegang hak partisipasi di Blok Masela adalah Inpex dengan porsi 65%, sedangkan sisanya –sebanyak 35%– akan dibagi antara Pertamina dengan target sebesar 20% dan Petronas 15%.
(mfd/wdh)































