Industri baja AS baru saja melewati tahun terburuknya sejak periode pertama Trump. Pabrik baja domestik mengatakan bahwa peningkatan impor yang baru telah merugikan laba dan produksi.
Terkait aluminium, logam yang bernilai lebih tinggi daripada baja, AS mengonsumsi sekitar 4 juta ton pada tahun 2023, di mana impor bersihnya mencapai 44% dari total tersebut. Menurut penelitian dari Morgan Stanley, Kanada merupakan sumber dari 56% impor aluminium.
Trump meyakini tarif dapat membantu perusahaan-perusahaan AS meningkatkan produksi dalam negeri. Menurut Morgan Stanley, setidaknya untuk logam, membangun kapasitas baru tidak akan terjadi dalam waktu cepat.
"Membangun dan meningkatkan pabrik peleburan/pengolahan baru bisa memakan waktu tiga tahun atau lebih," kata analis Morgan Stanley, Carlos De Alba dan Justin Ferrer dalam laporan minggu ini.
"Oleh karena itu, setiap tarif impor yang diterapkan pada logam atau produk tambang kemungkinan besar akan membuat harga domestik lebih tinggi bagi pembeli lokal bahan-bahan ini."
Trump mengatakan kepada wartawan pada Jumat (31/1/2025) bahwa tarif tembaga akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk diterapkan daripada tarif aluminium dan baja.
Morgan Stanley menyebut AS kembali menjadi importir neto tembaga, di mana pasokan dari luar negeri mencapai sekitar 36% dari permintaan domestik pada tahun 2023. Lebih dari sepertiga total impor tembaga berasal dari Kanada dan Meksiko.
(bbn)





























