Meta juga mengatakan bahwa pihaknya akan menghitung bonus berdasarkan evaluasi "kehadiran sosial" setiap kreator, dan kreator tersebut juga benar-benar baru menggunakan Facebook atau Instagram, dilansir dari Sky News.
Sekadar catatan, aplikasi TikTok sempat offline di AS pada hari Minggu (19/1/2025) menjelang larangan yang diberlakukan oleh Joe Biden. Namun beberapa jam kemudian, aplikasi tersebut kembali online dengan pesan ucapan terima kasih kepada penggantinya Donald Trump, yang telah menangguhkan larangan tersebut selama 75 hari.
Akibat dari penundaan larangan ini ketidakpastian kian melanda kreator di TikTok, yang mana banyak mencari nafkah melalui aplikasi populer tersebut.
Meski Donald Trump memberilan TikTok harapan tetapi, TikTok hanya memiliki waktu 75 hari untuk meyakinkan pejabat AS bahwa layanan itu tidak mengancam keamanan nasional.
"Kami akan bekerja sama dengan Presiden Trump untuk menemukan solusi jangka panjang yang dapat mempertahankan TikTok di Amerika Serikat," kata TikTok dalam sebuah pernyataan, saat sejumlah pengusaha kaya AS dilaporkan mempertimbangkan untuk membelinya dari pemiliknya saat ini, perusahaan China Bytedance.
Bahkan sejumlah nama besar dari dunia teknologi, dan bahkan pemerintah AS telah disebut-sebut sebagai calon pemilik baru raksasa media sosial asal China tersebut.
(prc/wep)































