Logo Bloomberg Technoz

Menakar Nasib Indonesia Kala Trump Jadi Presiden Negeri Adikuasa

Ruisa Khoiriyah
20 January 2025 13:15

Presiden AS Donald Trump. (Bloomberg)
Presiden AS Donald Trump. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tengah malam nanti waktu Indonesia atau Senin siang waktu Washington, Donald John Trump akan diambil sumpah untuk jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47. Pengambilan sumpah itu akan resmi menandai dimulainya era Trump 2.0 untuk empat tahun ke depan, setelah sebelumnya Trump menduduki Gedung Putih pada periode 2017-2021 silam.

Kepemimpinan Trump kali kedua ini akan berdampak besar bagi konstelasi geopolitik global yang serta merta akan mempengaruhi perekonomian dunia menilik posisi AS sebagai negara dengan ukuran ekonomi terbesar di dunia sampai detik ini.

Pemerintahan Trump akan berupaya mewujudkan agenda 'Make America Great Again' dengan berbagai rencana kebijakan baru. Mulai dari kenaikan tarif impor, pemangkasan tarif pajak, pembatasan ketat imigrasi, yang kesemua itu ditujukan untuk mengerek perekonomian dalam negeri AS dan melindungi intrusi barang dan tenaga kerja murah dari luar AS.


Lantas, bagaimana efek keterpilihan Trump bagi Indonesia? Dalam kajian yang dilansir ketika Trump memenangkan Pemilu AS pada awal November lalu, ekonom Bloomberg Economics Tamara Mast Henderson menilai, melenggangnya lagi Trump ke Gedung Putih potensial meredupkan prospek perekonomian Indonesia dan emerging Asia tahun ini.

Penyebab utama prospek yang meredup itu justru bukan dari kebijakan tarif impor yang ditakuti memicu Perang Dagang 2.0 itu. "Sebaliknya, hambatan utama adalah investasi yang lebih rendah karena terjadinya ketidakpastian akan sifat kebijakan bea masuk AS ke depan. Juga, dari kebijakan moneter lebih ketat dalam jangka panjang yang membuat biaya pendanaan tetap tinggi," kata Tamara.