Apa yang disebut pivot Hawkish kemungkinan besar adalah apa yang direncanakan Bank Sentral untuk tahun depan sebelum pertemuan tersebut, menurut Krishna Guha dari Evercore ISI.
“Investor bersikap defensif hari ini,” kata Matt Maley, Kepala Strategi pasar di Miller Tabak + Co.
Tim Research Phillip Sekuritas juga memaparkan, kemunculan kembali kekhawatiran Federal Reserve mengenai inflasi memberi tekanan kuat atas mata uang negara-negara di Asia hari ini sehingga memicu pertanyaan seberapa jauh keinginan Bank-bank Sentral di kawasan Asia dalam melindungi nilai tukar mata uangnya dan seberapa besar dampak yang diciptakan oleh langkah tersebut.
“Selain itu, Federal Reserve juga merilis proyeksi ekonomi atau Summary of Economic Projections (SEP) terkininya di mana para pejabat tinggi Federal Reserve memperkirakan ada dua kali kali pemangkasan suku bunga FFR di tahun 2025, turun dari ekspektasi 4 kali pemangkasan tiga bulan lalu,” mengutip riset harian Tim Research Phillip Sekuritas.
Federal Reserve juga merevisi proyeksi pertumbuhan Ekonomi AS tahun 2024 menjadi 2,5% dari sebelumnya 2,0%.
Analis Phintraco Sekuritas memaparkan, IHSG break low level psikologis 7.000 di Kamis. Secara teknikal, IHSG membentuk falling window yang menyebabkan pelebaran negative slope pada MACD.
“Kondisi ini mengindikasikan besarnya tekanan jual dan potensi pelemahan lanjutan. Oleh sebab itu, waspadai support level terdekat IHSG berikutnya di 6.900,” mengutip riset Phintraco.
Isu domestik yang menjadi fokus pasar adalah pelemahan nilai tukar Rupiah. Rupiah mulai menguji level Rp16.300/US$ di Kamis.
“Secara historis pada tahun ini, level Rp16.200/US$ merupakan critical level atau trigger level, khususnya bagi BI untuk melakukan operasi pasar atau upaya lain untuk mengembalikan stabilitas nilai tukar Rupiah yang lebih agresif.”
Phintraco memberikan rangkuman rekomendasi saham hari ini meliputi PGEO, ICBP, INTP, TLKM, dan EMTK.
Senada, Analis BRI Danareksa Sekuritas memaparkan, IHSG kembali melemah menembus support 7.041 dan berpotensi melanjutkan Bearish trend ke support berikutnya di 6.745.
“Resisten sementara di 7.110,” mengutip paparan BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya pada Jumat (20/12/2024).
Bersamaan dengan risetnya, BRI Danareksa memberikan rekomendasi saham hari ini, PGAS, dan SSIA.
(fad)




























