Logo Bloomberg Technoz

“Sepertinya Iran maupun Israel tidak ingin ada eskalasi dalam krisis ini. Minimnya risiko serangan dari kedua pihak dalam waktu dekat, kekhawatiran investor pun reda,” kata Kazuo Kamitani, Strategist di Nomura Securities, seperti diberitakan Bloomberg News.

Namun, lanjut Kamitani, investor belum mau benar-benar menjauh dari emas. Sebab, ada peluang suku bunga bakal bergerak turun tahun ini, yang akan menjadi sentimen positif bagi emas yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas sejatinya sudah keluar dari zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 50,44. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namun RSI emas tipis saja di atas 50. Jadi bisa dibilang emas berada di area netral.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 85,33. Di atas 80, yang berarti masih di area jenuh beli (overbought).

Harga emas kini sudah berada di support US$ 2.322/troy ons. Target support selanjutnya adalah US$ 2.314/troy ons.

Apabila support terjauh itu tertembus, maka harga emas berpeluang bangkit. Target resisten terdekat adalah US$ 2.334/troy ons yang bila tertembus akan membuat harga emas naik hingga US$ 2.366/troy ons.

(aji)

No more pages