Logo Bloomberg Technoz

Padahal periode sebelumnya kawasan industri berada di posisi buncit dengan level kontribusi atas pendapatan sebesar Rp 400,3 miliar.

Sementara itu, pendapatan sewa tumbuh 11,05% yoy menjadi Rp 270,56 miliar. 

Di sisi lain, beban pokok penjualan dan pendapatan juga mengalami peningkatan  84,88% menjadi Rp 43,28 triliun. Peningkatan juga terjadi pada sejumlah beban usaha, yaitu beban umum dan administrasi yang naik 25,67% menjadi Rp 975,27 miliar. Beban penjualan naik 148,71% menjadi Rp 153,81 miliar. Namun, beban usaha lainnya turun 37,4% menjadi Rp 17,2 miliar. 

Total aset AKRA mengalami pertumbuhan sebesar 15,64%  menjadi Rp 27,18 triliun. Total liabilitas perusahaan juga meningkat menjadi Rp 14,03 triliun atau naik 14,93% dari posisi sebelumnya. Selain itu, total ekuitas mengalami pertumbuhan 16,42% menjadi Rp 13,15 triliun.

Saham AKRA pada awal perdagangan Jumat (24/3/2023) melesar 50 poin atau 3,8% ke level Rp 1.485/lembar dibanding posisi penutupan pasar Selasa, Rp 1.425/lembar.

Sejumlah analis menetapkan target positif pada AKRA. Mega Capital Sekuritas punya target price Rp 1.700 untuk saham AKRA yang bergerak dalam sektor industri energi. Pertimbangannya adalah konsumsi BBM di dalam negeri yang mengalami kenaikan sebesar 9% selama lima tahun (secara CAGR).

Bisnis distribusi bahan bakar perseroan dalam hal ini ikut terdorong. Perkembangan bisnis kawasan industri JIIPE Gresik juga positif. Mega Capital Sekuritas, dalam catatan akhir tahun lalu, mengatakan, penjualan atas Jakarta Integrated Industrial and Port Estate sudah melebihi target dan mencatat penjualan, yakni sebanyak 45 HA

(tar/wep)

No more pages