Logo Bloomberg Technoz

"Yang pasti, kalau 3 juta rumah, kalau pemerintah pakai pola subsidi yang sekarang, menyediakan likuiditas, yang kami senang-senang saja. Tapi menurut kami tidak akan bisa  reform dari budgetnya, karena budgetnya [program 3 juta rumah] itu sama dengan pola [budget program 1 juta rumah]. Ini yang sedang kami bahas," ujar dia.

Dalam kaitan itu, kata Nixon, BTN mesti memutar otak untuk memaksimalkan ketersediaan anggaran yang ada agar dapat bisa mendanai pembangunan 3 juta rumah itu.

Saat ini, kata dia, masyarakat yang telah menggunakan program KPR subsidi dinila telah cukup untuk cepat dari tenor untuk melunasi kewajibannya.

"Selama ini masa itu sampai dengan masa tenor kredit 20 tahun, subsidinya juga 20 tahun. Nah, kami usulkan ini 10 tahun saja. karena berdasarkan data yang kami miliki, banyak sekali pelunasan di tahun ke 9 dan 10, artinya nasabah mampu," tuturnya.

"Kalau sudah mampu, dan sudah upgrade, yang harus dipaksa shifting. Mungkin memang kita naik pelan-pelan. Itu yang kami usulkan," tuturnya.

"Sehingga, subsidinya bisa dipakai buat orang yang lain lagi. Bayangkan kalau subsidinya dari 20 jadi 10 tahun, maka bisa jadi double yang terima, sehingga ada akses keadilan bagi yang ingin memiliki. Nah, ini cara-cara yang kami usulkan supaya sejahteranya bersama."

Prabowo Subianto, yang berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka sebelumnya memang telah mencanangkan program untuk membangun 3 juta rumah.

"Kami akan membangun tiga juta rumah untuk kita yang belum punya rumah," ujar Prabowo Subianto dalam debat capres terakhir, awal Februari lalu

Jumlah itu terbagi menjadi tiga skema, pertama sekitar satu juta rumah untuk di wilayah perkotaan. Kedua, satu juta rumah di wilayah perkotaan. Terakhir, satu juta rumah di wilayah pesisir.

(ibn/dhf)

No more pages