REAL COUNT PILPRES 2024

Diperbarui: 26 Feb 2024 | 13:50 WIB

KOMISI PEMILIHAN UMUM

Data Masuk: 77.13%

01. Anies - Muhaimin

24.44%

02. Prabowo - Gibran

58.84%

03. Ganjar - Mahfud

16.72%

QUICK COUNT PILPRES 2024

01. Anies - Muhaimin
25.21%
02. Prabowo - Gibran
58.06%
03. Ganjar - Mahfud
16.73%

Data Masuk: 99.9%

01. Anies - Muhaimin
25.13%
02. Prabowo - Gibran
58.51%
03. Ganjar - Mahfud
16.36%

Data Masuk: 100%

01. Anies - Muhaimin
25.06%
02. Prabowo - Gibran
59.08%
03. Ganjar - Mahfud
15.86%

Data Masuk: 100%

Disclaimer: Bloomberg Technoz bekerja sama dengan beberapa lembaga survei untuk menampilkan hasil hitung cepat atau quick count. Lembaga-lembaga tersebut sah secara hukum dan aturan berdasarkan Keputusan KPU No.1035/2023 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran Lembaga Survei atau Jajak Pendapat dan Penghitungan Cepat Hasil Pemilu Tahun 2024. Namun, Bloomberg Technoz maupun Bloomberg Media tidak bertanggung jawab atas validasi data serta hasil hitung cepat dari lembaga survei tersebut.

Logo Bloomberg Technoz

Patek Phillipe Milik Kaisar China Akan Dilelang Ratusan Miliar

News
16 March 2023 20:06

Aisin-Gioro Puyi, kaisar terakhir dinasti Qing China (Sumber: Bloomberg)
Aisin-Gioro Puyi, kaisar terakhir dinasti Qing China (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg News

Bloomberg, Sebuah arloji mewah merek Patek Philippe yang pernah dimiliki oleh kaisar terakhir dinasti Qing China akan dilelang akhir tahun ini. Harga benda bersejarah yang dipakainya selama lima tahun saat menjadi tawanan Soviet di Siberia itu diperkirakan bisa mencapai US$ 1 juta hingga US$ 10 juta dolar (Rp 15 miliar—Rp 150 miliar).

Pada 1908, Aisin-Gioro Puyi dinobatkan sebagai kaisar saat dia belum genap berusia tiga tahun. Namun, Revolusi China yang terjadi pada 1912 membuatnya harus melepaskan takhtanya. Saat itu, Puyi diperbolehkan untuk mempertahankan gelar dan kehidupan mewahnya, hingga pada 1924 dia harus melarikan diri akibat kudeta.

Tidak diketahui kapan dan bagaimana Puyi memperoleh jam tangan tersebut. Namun, koleksi yang diselesaikan Patek Philippe pada 1937 itu diyakini diperolehnya antara 1934—1945 ketika dia menjadi kaisar boneka Manchuria Jepang.

Pada akhir Perang Dunia II, Soviet menawan Puyi saat dia mencoba melarikan diri dari Manchuria dan menjadikannya tawanan selama lima tahun. Meski begitu, dia tetap menjaga jam tangan kesayangannya sepanjang hidupnya, termasuk saat menjadi tawanan.