Logo Bloomberg Technoz

Yaroch mulai menyalahgunakan akses tersebut paling lambat sejak Desember 2024. Dia mencuri aset kripto dari sejumlah dompet digital yang dikendalikan oleh pihak-pihak yang menjadi subjek penyelidikan FBI, termasuk aktor negara yang dianggap sebagai adversari AS.

Pencurian juga dilakukan terhadap setidaknya satu dompet kripto yang dibuat FBI untuk kepentingan operasi investigasi.

Dalam menjalankan aksinya, Yaroch melakukan sekitar 100 transfer ilegal dengan menggunakan kredensial yang berkaitan dengan 35 penyelidikan FBI berbeda. Dari rangkaian transaksi tersebut, dia memperoleh keuntungan ilegal sekitar US$2.474.380,66.

Cuci Uang untuk Biayai Kehidupan Baru

Setelah memperoleh aset kripto hasil pencurian, Yaroch menukarkannya ke jenis mata uang kripto lain. Dia kemudian melakukan sejumlah transaksi keuangan tambahan untuk menyamarkan sumber, karakteristik, dan kepemilikan dana tersebut.

DOJ mengungkapkan, antara 25 November 2025 hingga 13 Januari 2026, Yaroch memindahkan sekitar US$93.082 (Rp1,68 miliar) ke salah satu rekening miliknya. Dana tersebut kemudian dialihkan ke sejumlah rekening lain untuk membayar berbagai kewajiban finansial.

Pembayaran tersebut mencakup tagihan kartu kredit, cicilan kendaraan, hingga pinjaman lainnya.

Tak hanya untuk melunasi utang, Yaroch juga berencana menggunakan hasil pencurian tersebut untuk membiayai pembelian lain, termasuk mempersiapkan kehidupan baru di luar negeri.

Dalam dokumen pengadilan disebutkan bahwa Yaroch bahkan pernah meminta saran kepada ChatGPT mengenai cara memaksimalkan keuntungan investasi dan negara terbaik untuk ditinggali di Uni Eropa.

Setelah memperoleh saran untuk membeli kebun anggur di Portugal, pada 15 Juni 2026 Yaroch memberikan surat kuasa kepada pengacara di negara tersebut.

Pengacara itu ditugaskan untuk mewakilinya di hadapan otoritas pajak dan bea cukai Portugal, mendaftarkan identitasnya, memperoleh nomor identifikasi pajak, serta mengurus akses ke portal keuangannya.

Yaroch juga telah mengatur perjalanan ke Portugal pada September 2026.

DOJ menyatakan tindakan Yaroch telah membahayakan sejumlah penyelidikan FBI yang berkaitan dengan kelompok kriminal maupun aktor negara asing. Aksinya juga mengganggu kemampuan personel FBI dalam menjalankan tugas perlindungan keselamatan publik dan keamanan nasional.

Selain itu, pencurian tersebut membahayakan sumber informasi serta metode yang digunakan FBI dalam pengumpulan intelijen asing dan penyelidikan kriminal.

Yaroch dijadwalkan menjalani sidang vonis pada 4 Maret 2027. Dia menghadapi ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Namun, keputusan akhir mengenai hukuman akan ditentukan hakim pengadilan distrik federal dengan mempertimbangkan pedoman pemidanaan dan faktor hukum lainnya.

Kasus tersebut diumumkan oleh First Assistant US Attorney untuk Eastern District of Virginia Theophani K. Stamos bersama Special Agent in Charge FBI Washington Field Office Counterintelligence Division Daniel S. Wierzbicki setelah Hakim Distrik AS Patricia Tolliver Giles menerima pengakuan bersalah Yaroch.

(fik/ell)

No more pages