Logo Bloomberg Technoz

Jumlah itu terdiri atas 571 peserta yang mengikuti tiga batch pada 2025 dan 783 peserta yang masih aktif menjalani program pada 2026. Pelaksanaan program ini menjadi bagian dari upaya BRI memperluas akses generasi muda terhadap pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dari total 783 peserta tahun ini, sebanyak 436 orang ditempatkan di 65 grup kerja di Kantor Pusat BRI. Mereka mengikuti pembelajaran di sejumlah bidang, mulai dari teknologi informasi, manajemen risiko, wealth management, hingga bisnis ultramikro.

Sementara itu, 347 peserta lainnya ditempatkan di 17 Regional Office BRI. Sebaran tersebut menjangkau berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Medan hingga Jayapura.

Hery menjelaskan, penempatan peserta di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya memperluas kesempatan belajar bagi lulusan perguruan tinggi. Dengan demikian, akses terhadap pengalaman kerja tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta atau kota-kota besar.

Selain memberikan pengalaman kerja, BRI menyiapkan kurikulum pembelajaran melalui BRILiaN Internship Assistant Program. Kurikulum ini dirancang untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan teknis dan kemampuan pendukung yang dibutuhkan di lingkungan profesional.

Materi pembelajaran mencakup pengolahan dan analisis data, administrasi operasional, komunikasi efektif, pengetahuan perbankan, penyusunan laporan, serta penerapan ilmu sesuai bidang studi masing-masing. Peserta juga mendapatkan kesempatan mempraktikkan pengetahuan tersebut melalui pekerjaan di unit penempatan.

BRI Perkuat Kompetensi dan Pengalaman Kerja Peserta

Hasil pelaksanaan program mulai terlihat dari perjalanan peserta angkatan pertama. Dari 571 peserta yang mengikuti program pada 2025, sebanyak 133 orang telah direkrut untuk bekerja di lingkungan BRI.

Meski demikian, Hery menegaskan bahwa keberhasilan program magang tidak semata-mata diukur berdasarkan jumlah peserta yang kemudian direkrut perusahaan. Menurutnya, tujuan utama program tersebut adalah membekali peserta dengan kompetensi, pengalaman, etos kerja, dan kepercayaan diri untuk memasuki dunia profesional.

Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan memiliki kesiapan lebih baik untuk mengembangkan karier, baik di BRI maupun di perusahaan dan industri lainnya. Pengalaman magang juga diharapkan membantu mereka memahami standar kerja, budaya organisasi, serta tuntutan kompetensi di lingkungan profesional.

“Bagi kami, yang terpenting adalah setelah menyelesaikan program ini mereka memiliki bekal yang semakin kuat untuk menghadapi dunia kerja. Apa pun pilihan karier mereka ke depan, kami ingin pengalaman selama berada di BRI memberikan nilai tambah bagi perjalanan profesional mereka,” lanjut Hery.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi pelaksanaan Program Magang Nasional di BRI, khususnya dari sisi pendampingan mentor dan penyusunan kurikulum pembelajaran yang terstruktur selama enam bulan.

Menurut Yassierli, peran mentor menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan peserta mendapatkan pengalaman yang sesuai dengan tujuan program. Pendampingan tersebut tidak hanya mencakup pengenalan pekerjaan, tetapi juga penyusunan kompetensi yang harus dikuasai dan proyek yang perlu diselesaikan selama masa magang.

Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengalaman praktik yang memadai untuk mendukung kesiapan memasuki dunia kerja. Kompetensi yang dikembangkan selama program juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengikuti sertifikasi profesi pada akhir masa magang.

“Saya mengapresiasi BRI karena programnya dirancang dengan sangat baik. Mentor membantu menyiapkan secara detail selama enam bulan peserta akan belajar apa, mempraktikkan apa, dan mengelola proyek apa. Harapannya, sampai akhir bulan keenam mereka sudah memiliki pengalaman dan kompetensi yang cukup untuk memasuki dunia kerja,” ujar Yassierli.

Program Magang Nasional merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda melalui pengalaman langsung di dunia industri. Program ini ditujukan untuk membantu lulusan perguruan tinggi meningkatkan keterampilan, memahami kebutuhan perusahaan, serta mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen.

Pada 2026, pemerintah menargetkan sebanyak 150 ribu peserta memperoleh kesempatan magang dan pengalaman kerja selama enam bulan. Target tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan tenaga kerja muda agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Keterlibatan perusahaan menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan program tersebut. Melalui pengalaman kerja langsung dan pendampingan dari mentor, peserta diharapkan dapat memahami hubungan antara pengetahuan akademis dan penerapannya dalam pekerjaan sehari-hari.

Bagi BRI, partisipasi dalam program ini juga sejalan dengan upaya pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari keberlanjutan bisnis. Dengan jaringan operasional yang menjangkau berbagai wilayah dan layanan yang mencakup jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perseroan memandang pengembangan talenta muda sebagai investasi jangka panjang.

Hery menegaskan bahwa BRI ingin berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. Pengalaman yang diperoleh selama program diharapkan memberikan manfaat bagi perjalanan profesional peserta sekaligus mendukung ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten.

“Bagi BRI, keterlibatan dalam Program Magang Nasional merupakan wujud komitmen perseroan dalam mendukung pengembangan talenta muda Indonesia. Sebagai perusahaan yang memiliki jaringan luas hingga berbagai wilayah dan melayani jutaan pelaku UMKM, BRI memandang pengembangan human capital sebagai bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Hery Gunardi.

(tim)

No more pages